Para trader Wall Street menemukan fenomena menarik dan memberinya nama—TACO trading. Istilah ini memiliki arti yang sederhana dan kasar: Trump, Always, Cancel Order. Singkatnya, TACO trading berarti mengikuti pola pasar yang menunjukkan bahwa setelah Trump mengumumkan kebijakan agresif, pasar akan berbalik arah.
Logika TACO tiga langkah—dari deklarasi tarif hingga rebound pasar
TACO trading dapat terjadi karena adanya pola yang dapat diamati secara jelas. Pertama, Trump secara tiba-tiba mengumumkan langkah tarif atau sanksi perdagangan yang agresif di media sosial, yang biasanya akan menimbulkan ledakan di pasar—harga saham turun, aset kripto melemah. Kemudian, di saat kepanikan pasar memuncak, pihak resmi segera mengeluarkan berita: negosiasi masih berlangsung, dan akan diadakan konferensi telepon untuk mencari solusi. Akhirnya, dengan tercapainya kesepakatan atau pelonggaran kebijakan, pasar keuangan berbalik dan naik.
Bagi investor yang memahami irama ini, TACO trading berarti membeli saat kepanikan di tahap pertama, lalu menunggu pasar rebound di tahap ketiga untuk meraih keuntungan.
Dari 103.000 ke 70,96K—bagaimana Bitcoin membuktikan pola TACO
Peristiwa terbaru memberikan contoh sempurna untuk TACO trading. Pemerintah Trump mengumumkan sanksi yang lebih luas terhadap China, dengan fokus pada perusahaan teknologi China. Setelah berita ini diumumkan, harga Bitcoin langsung turun mendekati 103.000 dolar.
Namun, cerita tidak berhenti di situ. Pemerintah Trump kemudian menyatakan bersedia melakukan negosiasi dengan China, bahkan mengundang penawaran terbaik dari seluruh negara, memberi waktu negosiasi hingga 8 Juli. Sinyal positif ini membangkitkan harapan pasar, dan harga Bitcoin mulai rebound. Berdasarkan data terbaru, Bitcoin telah kembali ke level 70,96K dolar.
Mengapa investor bertaruh Trump akan “mundur”
TACO trading menjadi populer di Wall Street karena didasarkan pada pola sejarah yang dapat diulang. Setiap kali bom kebijakan memicu penurunan pasar, sinyal negosiasi dan penandatanganan kesepakatan berikutnya biasanya akan membawa kenaikan balik. Ini bukan sekadar spekulasi, melainkan berdasarkan rangkaian kejadian yang berulang berkali-kali.
Investor berani membeli saat kepanikan setelah pengumuman kebijakan karena mereka percaya pada prediktabilitas pola ini. Dengan kata lain, TACO trading bukan hanya konsep sindiran, tetapi juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap pola pasar—mencari peluang keuntungan pasti di tengah “kejutan” kebijakan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa sebenarnya arti dari "TACO交易"? Kode rahasia keuntungan Trump yang ditemukan oleh Wall Street
Para trader Wall Street menemukan fenomena menarik dan memberinya nama—TACO trading. Istilah ini memiliki arti yang sederhana dan kasar: Trump, Always, Cancel Order. Singkatnya, TACO trading berarti mengikuti pola pasar yang menunjukkan bahwa setelah Trump mengumumkan kebijakan agresif, pasar akan berbalik arah.
Logika TACO tiga langkah—dari deklarasi tarif hingga rebound pasar
TACO trading dapat terjadi karena adanya pola yang dapat diamati secara jelas. Pertama, Trump secara tiba-tiba mengumumkan langkah tarif atau sanksi perdagangan yang agresif di media sosial, yang biasanya akan menimbulkan ledakan di pasar—harga saham turun, aset kripto melemah. Kemudian, di saat kepanikan pasar memuncak, pihak resmi segera mengeluarkan berita: negosiasi masih berlangsung, dan akan diadakan konferensi telepon untuk mencari solusi. Akhirnya, dengan tercapainya kesepakatan atau pelonggaran kebijakan, pasar keuangan berbalik dan naik.
Bagi investor yang memahami irama ini, TACO trading berarti membeli saat kepanikan di tahap pertama, lalu menunggu pasar rebound di tahap ketiga untuk meraih keuntungan.
Dari 103.000 ke 70,96K—bagaimana Bitcoin membuktikan pola TACO
Peristiwa terbaru memberikan contoh sempurna untuk TACO trading. Pemerintah Trump mengumumkan sanksi yang lebih luas terhadap China, dengan fokus pada perusahaan teknologi China. Setelah berita ini diumumkan, harga Bitcoin langsung turun mendekati 103.000 dolar.
Namun, cerita tidak berhenti di situ. Pemerintah Trump kemudian menyatakan bersedia melakukan negosiasi dengan China, bahkan mengundang penawaran terbaik dari seluruh negara, memberi waktu negosiasi hingga 8 Juli. Sinyal positif ini membangkitkan harapan pasar, dan harga Bitcoin mulai rebound. Berdasarkan data terbaru, Bitcoin telah kembali ke level 70,96K dolar.
Mengapa investor bertaruh Trump akan “mundur”
TACO trading menjadi populer di Wall Street karena didasarkan pada pola sejarah yang dapat diulang. Setiap kali bom kebijakan memicu penurunan pasar, sinyal negosiasi dan penandatanganan kesepakatan berikutnya biasanya akan membawa kenaikan balik. Ini bukan sekadar spekulasi, melainkan berdasarkan rangkaian kejadian yang berulang berkali-kali.
Investor berani membeli saat kepanikan setelah pengumuman kebijakan karena mereka percaya pada prediktabilitas pola ini. Dengan kata lain, TACO trading bukan hanya konsep sindiran, tetapi juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap pola pasar—mencari peluang keuntungan pasti di tengah “kejutan” kebijakan.