Apakah Anda pernah berpikir tentang bagaimana perusahaan melindungi diri dari lonjakan harga yang tajam? Jika belum, saatnya mengenal futures — instrumen keuangan yang memainkan peran besar di pasar keuangan global. Futures bukan sekadar cara untuk mendapatkan keuntungan, melainkan alat kompleks untuk pengelolaan risiko yang membutuhkan pendekatan serius.
Futures bukan sekadar kontrak: inti dari instrumen derivatif
Pada dasarnya, futures adalah perjanjian jangka pendek antara dua pihak untuk membeli atau menjual aset tertentu pada tanggal yang telah ditentukan dengan harga yang disepakati sebelumnya. Kedengarannya sederhana, tetapi dalam praktiknya bisa jauh lebih kompleks dari yang terlihat.
Aset dalam kontrak ini bisa berupa hampir semua hal: tanaman pertanian (kedelai, gandum, kopi), sumber daya alam (minyak, gas), instrumen keuangan (saham, obligasi, mata uang), indeks saham (S&P 500), serta aset digital seperti Bitcoin. Setiap kontrak memiliki parameter yang jelas: volume barang, satuan pengukuran, metode perhitungan, dan mata uang.
Apa yang membedakan futures dari instrumen keuangan lainnya? Yang utama adalah standarisasi mereka. Semua ketentuan bersifat standar, yang memastikan transparansi dan likuiditas di pasar. Fitur kedua adalah sifat perdagangan di bursa. Berbeda dengan kontrak forward over-the-counter, futures diperdagangkan di bursa resmi, di mana setiap transaksi diawasi dan dijamin oleh clearing house.
Di mana futures diperdagangkan dan siapa yang terlibat di pasar ini
Pasar futures adalah bursa khusus di mana ribuan transaksi dilakukan setiap hari. Menurut data dari Komisi Perdagangan Komoditas AS (CFTC), sebagian besar peserta bukanlah investor individu, melainkan produsen besar, pemasok, perusahaan logistik, dan bank.
Di pasar futures, terdapat tiga kelompok utama: hedgers — perusahaan nyata yang membutuhkan barang tersebut untuk kegiatan mereka dan berusaha mengunci harga; spesulator — trader yang bertaruh pada pergerakan harga untuk mendapatkan keuntungan; dan arbitrageurs — mereka yang mencari selisih harga antar pasar yang berbeda.
Semua futures dan opsi komoditas harus diperdagangkan secara eksklusif melalui bursa dan broker yang terdaftar di CFTC. Ini menjamin tingkat perlindungan tertentu bagi peserta dan pengawasan terhadap aktivitas pasar.
Bagaimana futures bekerja: contoh praktis
Mari kita lihat contoh spesifik dengan avtur. Maskapai penerbangan tahu bahwa dalam kuartal berikutnya mereka akan membutuhkan banyak bahan bakar. Harga sangat fluktuatif, dan kenaikan tak terduga bisa merusak anggaran. Solusinya: maskapai menandatangani kontrak futures untuk membeli 1 juta galon avtur dengan harga tetap $3 per galon, pengiriman dalam 90 hari.
Di sisi lain, ada distributor bahan bakar yang sebaliknya tertarik menurunkan harga dan menandatangani kontrak penjualan. Kedua pihak mencapai tujuan mereka: maskapai mendapatkan biaya tetap yang stabil, dan distributor melindungi diri dari penurunan harga yang tak terduga. Keduanya menggunakan futures sebagai alat pengelolaan risiko.
Namun, tidak semua peserta ingin menerima pengiriman fisik barang. Spesulator hanya mencari keuntungan dari perubahan harga kontrak itu sendiri. Jika harga avtur naik, kontrak futures akan menjadi lebih mahal, dan spekulator bisa menjualnya dengan keuntungan, tanpa harus mengurus pengiriman bahan bakar nyata. Inilah yang menciptakan volume perdagangan dan likuiditas pasar yang cukup.
Penggunaan futures dalam perdagangan saham dan indeks
Futures tidak terbatas pada komoditas saja. Semakin populer adalah futures pada saham perusahaan tertentu, ETF, dan terutama indeks saham.
Manajer portofolio yang khawatir pasar akan turun bisa menjual kontrak futures pada S&P 500 tanpa lindung nilai. Jika saham turun, trader mendapatkan keuntungan dari posisi short, yang mengimbangi kerugian di portofolio utama mereka. Sebaliknya, optimis bisa membeli kontrak long, mendapatkan kemampuan mengelola posisi besar dengan modal relatif kecil.
Ini membawa kita ke salah satu fitur utama futures: kemampuan menggunakan leverage. Investor dapat mengendalikan jumlah besar dengan hanya menyetor sebagian kecil dari nilai kontrak sebagai margin awal.
Margin dan leverage: mengapa risiko adalah musuh utama pemula
Di sinilah aspek serius futures mulai terlihat. Di sinilah banyak pemula kehilangan uang.
Bayangkan: Anda menyetor $5,000 sebagai margin. Broker mengizinkan Anda menggunakan leverage 10:1, artinya Anda bisa bertransaksi dengan posisi senilai $50,000. Kedengarannya hebat, selama harga bergerak sesuai keinginan Anda. Tapi jika harga bergerak hanya 5% berlawanan, posisi Anda akan kehilangan $2,500 — setara 50% dari modal awal Anda.
Dengan leverage 20:1, pergerakan 5% yang sama berlawanan berarti kehilangan seluruh modal $5,000 Anda. Bahkan, Anda bisa kehilangan lebih dari itu — fenomena yang dikenal sebagai “kerugian lebih dari margin”.
CFTC berulang kali mengingatkan: futures adalah instrumen yang sangat kompleks dan volatil, yang tidak disarankan untuk investor individu massal. Aturan tentang leverage dan margin di dunia futures jauh lebih longgar dibandingkan perdagangan saham biasa, di mana leverage maksimal dibatasi 2:1.
Faktor penentu keberhasilan dalam trading futures adalah disiplin. Diperlukan tekad baja untuk tidak membiarkan risiko berlebihan, aturan ketat pengendalian kerugian, dan kepala dingin.
Kontrak standar: apa yang perlu diketahui
Setiap kontrak futures adalah dokumen standar dengan ketentuan yang jelas. Dalam kontrak tersebut tercantum:
Aset dasar dan karakteristiknya (misalnya, angka oktan bensin atau kemurnian emas)
Volume pengiriman atau ukuran perhitungan
Satuan harga (misalnya, sen per bushel)
Mata uang pembayaran
Tanggal kedaluwarsa kontrak
Metode pelaksanaan: pengiriman fisik atau penyelesaian uang
Ini sangat penting bagi pemula: jika Anda lupa tentang tanggal kedaluwarsa kontrak pada aset hidup, Anda berisiko mendapatkan “kereta” berisi babi di depan kantor Anda! Sebagian besar trader ritel menutup posisi jauh sebelum tanggal kedaluwarsa, tepat karena alasan ini.
Langkah-langkah memulai trading futures: skema langkah demi langkah
Jika Anda tertarik dengan futures meskipun semua risikonya, berikut cara memulai dengan benar:
Langkah pertama - pilih broker. Broker futures harus terdaftar di pasar tempat mereka beroperasi. Broker akan menanyakan pengalaman investasi Anda, pendapatan, dan modal sendiri — ini untuk menilai tingkat risiko yang dapat ditoleransi.
Langkah kedua - pelajari dengan seksama ketentuan biaya dan komisi. Tidak ada standar tunggal di industri ini. Beberapa broker menyediakan materi riset dan konsultasi lengkap, lainnya hanya menyediakan kutipan harga dan grafik.
Langkah ketiga - mulai dengan trading simulasi. Ini adalah trading virtual dengan uang kondisional di akun demo. Tidak ada risiko nyata, tetapi semua aspek trading nyata: komisi, margin, dan leverage dihitung secara nyata. Lakukan setidaknya beberapa bulan di akun virtual. Bahkan trader berpengalaman menggunakan akun demo untuk menguji strategi baru.
Langkah keempat - ketika sudah siap, buka akun nyata dengan modal minimal. Jangan langsung ambil risiko besar.
Futures adalah instrumen yang membutuhkan penghormatan, pengetahuan, dan pendekatan rasional. Bagi sebagian orang, futures menjadi cara efektif mengelola risiko, bagi yang lain — cara memperkaya diri melalui spekulasi. Tapi bagi semua tanpa terkecuali, futures menuntut keseriusan dan kompetensi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu futures dan mengapa mereka menarik minat investor di semua pasar
Apakah Anda pernah berpikir tentang bagaimana perusahaan melindungi diri dari lonjakan harga yang tajam? Jika belum, saatnya mengenal futures — instrumen keuangan yang memainkan peran besar di pasar keuangan global. Futures bukan sekadar cara untuk mendapatkan keuntungan, melainkan alat kompleks untuk pengelolaan risiko yang membutuhkan pendekatan serius.
Futures bukan sekadar kontrak: inti dari instrumen derivatif
Pada dasarnya, futures adalah perjanjian jangka pendek antara dua pihak untuk membeli atau menjual aset tertentu pada tanggal yang telah ditentukan dengan harga yang disepakati sebelumnya. Kedengarannya sederhana, tetapi dalam praktiknya bisa jauh lebih kompleks dari yang terlihat.
Aset dalam kontrak ini bisa berupa hampir semua hal: tanaman pertanian (kedelai, gandum, kopi), sumber daya alam (minyak, gas), instrumen keuangan (saham, obligasi, mata uang), indeks saham (S&P 500), serta aset digital seperti Bitcoin. Setiap kontrak memiliki parameter yang jelas: volume barang, satuan pengukuran, metode perhitungan, dan mata uang.
Apa yang membedakan futures dari instrumen keuangan lainnya? Yang utama adalah standarisasi mereka. Semua ketentuan bersifat standar, yang memastikan transparansi dan likuiditas di pasar. Fitur kedua adalah sifat perdagangan di bursa. Berbeda dengan kontrak forward over-the-counter, futures diperdagangkan di bursa resmi, di mana setiap transaksi diawasi dan dijamin oleh clearing house.
Di mana futures diperdagangkan dan siapa yang terlibat di pasar ini
Pasar futures adalah bursa khusus di mana ribuan transaksi dilakukan setiap hari. Menurut data dari Komisi Perdagangan Komoditas AS (CFTC), sebagian besar peserta bukanlah investor individu, melainkan produsen besar, pemasok, perusahaan logistik, dan bank.
Di pasar futures, terdapat tiga kelompok utama: hedgers — perusahaan nyata yang membutuhkan barang tersebut untuk kegiatan mereka dan berusaha mengunci harga; spesulator — trader yang bertaruh pada pergerakan harga untuk mendapatkan keuntungan; dan arbitrageurs — mereka yang mencari selisih harga antar pasar yang berbeda.
Semua futures dan opsi komoditas harus diperdagangkan secara eksklusif melalui bursa dan broker yang terdaftar di CFTC. Ini menjamin tingkat perlindungan tertentu bagi peserta dan pengawasan terhadap aktivitas pasar.
Bagaimana futures bekerja: contoh praktis
Mari kita lihat contoh spesifik dengan avtur. Maskapai penerbangan tahu bahwa dalam kuartal berikutnya mereka akan membutuhkan banyak bahan bakar. Harga sangat fluktuatif, dan kenaikan tak terduga bisa merusak anggaran. Solusinya: maskapai menandatangani kontrak futures untuk membeli 1 juta galon avtur dengan harga tetap $3 per galon, pengiriman dalam 90 hari.
Di sisi lain, ada distributor bahan bakar yang sebaliknya tertarik menurunkan harga dan menandatangani kontrak penjualan. Kedua pihak mencapai tujuan mereka: maskapai mendapatkan biaya tetap yang stabil, dan distributor melindungi diri dari penurunan harga yang tak terduga. Keduanya menggunakan futures sebagai alat pengelolaan risiko.
Namun, tidak semua peserta ingin menerima pengiriman fisik barang. Spesulator hanya mencari keuntungan dari perubahan harga kontrak itu sendiri. Jika harga avtur naik, kontrak futures akan menjadi lebih mahal, dan spekulator bisa menjualnya dengan keuntungan, tanpa harus mengurus pengiriman bahan bakar nyata. Inilah yang menciptakan volume perdagangan dan likuiditas pasar yang cukup.
Penggunaan futures dalam perdagangan saham dan indeks
Futures tidak terbatas pada komoditas saja. Semakin populer adalah futures pada saham perusahaan tertentu, ETF, dan terutama indeks saham.
Manajer portofolio yang khawatir pasar akan turun bisa menjual kontrak futures pada S&P 500 tanpa lindung nilai. Jika saham turun, trader mendapatkan keuntungan dari posisi short, yang mengimbangi kerugian di portofolio utama mereka. Sebaliknya, optimis bisa membeli kontrak long, mendapatkan kemampuan mengelola posisi besar dengan modal relatif kecil.
Ini membawa kita ke salah satu fitur utama futures: kemampuan menggunakan leverage. Investor dapat mengendalikan jumlah besar dengan hanya menyetor sebagian kecil dari nilai kontrak sebagai margin awal.
Margin dan leverage: mengapa risiko adalah musuh utama pemula
Di sinilah aspek serius futures mulai terlihat. Di sinilah banyak pemula kehilangan uang.
Bayangkan: Anda menyetor $5,000 sebagai margin. Broker mengizinkan Anda menggunakan leverage 10:1, artinya Anda bisa bertransaksi dengan posisi senilai $50,000. Kedengarannya hebat, selama harga bergerak sesuai keinginan Anda. Tapi jika harga bergerak hanya 5% berlawanan, posisi Anda akan kehilangan $2,500 — setara 50% dari modal awal Anda.
Dengan leverage 20:1, pergerakan 5% yang sama berlawanan berarti kehilangan seluruh modal $5,000 Anda. Bahkan, Anda bisa kehilangan lebih dari itu — fenomena yang dikenal sebagai “kerugian lebih dari margin”.
CFTC berulang kali mengingatkan: futures adalah instrumen yang sangat kompleks dan volatil, yang tidak disarankan untuk investor individu massal. Aturan tentang leverage dan margin di dunia futures jauh lebih longgar dibandingkan perdagangan saham biasa, di mana leverage maksimal dibatasi 2:1.
Faktor penentu keberhasilan dalam trading futures adalah disiplin. Diperlukan tekad baja untuk tidak membiarkan risiko berlebihan, aturan ketat pengendalian kerugian, dan kepala dingin.
Kontrak standar: apa yang perlu diketahui
Setiap kontrak futures adalah dokumen standar dengan ketentuan yang jelas. Dalam kontrak tersebut tercantum:
Ini sangat penting bagi pemula: jika Anda lupa tentang tanggal kedaluwarsa kontrak pada aset hidup, Anda berisiko mendapatkan “kereta” berisi babi di depan kantor Anda! Sebagian besar trader ritel menutup posisi jauh sebelum tanggal kedaluwarsa, tepat karena alasan ini.
Langkah-langkah memulai trading futures: skema langkah demi langkah
Jika Anda tertarik dengan futures meskipun semua risikonya, berikut cara memulai dengan benar:
Langkah pertama - pilih broker. Broker futures harus terdaftar di pasar tempat mereka beroperasi. Broker akan menanyakan pengalaman investasi Anda, pendapatan, dan modal sendiri — ini untuk menilai tingkat risiko yang dapat ditoleransi.
Langkah kedua - pelajari dengan seksama ketentuan biaya dan komisi. Tidak ada standar tunggal di industri ini. Beberapa broker menyediakan materi riset dan konsultasi lengkap, lainnya hanya menyediakan kutipan harga dan grafik.
Langkah ketiga - mulai dengan trading simulasi. Ini adalah trading virtual dengan uang kondisional di akun demo. Tidak ada risiko nyata, tetapi semua aspek trading nyata: komisi, margin, dan leverage dihitung secara nyata. Lakukan setidaknya beberapa bulan di akun virtual. Bahkan trader berpengalaman menggunakan akun demo untuk menguji strategi baru.
Langkah keempat - ketika sudah siap, buka akun nyata dengan modal minimal. Jangan langsung ambil risiko besar.
Futures adalah instrumen yang membutuhkan penghormatan, pengetahuan, dan pendekatan rasional. Bagi sebagian orang, futures menjadi cara efektif mengelola risiko, bagi yang lain — cara memperkaya diri melalui spekulasi. Tapi bagi semua tanpa terkecuali, futures menuntut keseriusan dan kompetensi.