Jaringan sosial X, yang didirikan oleh Elon Musk, mendapatkan kabar baik dari pemerintah Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informasi Indonesia mengumumkan pada hari Minggu keputusan untuk menghidupkan kembali Grok — kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh X. Keputusan ini diambil setelah perusahaan Musk memberikan jaminan meyakinkan mengenai penyelesaian masalah konten yang tidak pantas.
Apa yang terjadi dengan Grok di Indonesia
Sebelumnya Grok diblokir di negara tersebut karena kekhawatiran tentang penggunaannya untuk menghasilkan materi yang tidak pantas. Regulator Indonesia mempertimbangkan risiko terkait potensi penyebaran konten berbahaya melalui alat AI tersebut. Menurut laporan Jin10, X menyelesaikan masalah ini melalui surat resmi kepada Menteri Indonesia, menawarkan langkah-langkah konkret untuk mencegah penyalahgunaan platform.
Kondisi baru untuk pemantauan dan pengawasan
Kementerian Indonesia menegaskan bahwa proses pemulihan Grok akan disertai pengawasan yang lebih ketat. Otoritas pengatur akan terus memantau alat tersebut terkait pelanggaran baru, termasuk penyebaran materi ilegal dan pelanggaran prinsip perlindungan anak. Sikap ini menunjukkan niat pemerintah Indonesia untuk menjaga keseimbangan antara inovasi di bidang kecerdasan buatan dan perlindungan warga negara. Musk dan perusahaan X-nya harus mematuhi persyaratan yang ditetapkan untuk mempertahankan izin operasinya di Indonesia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Setelah jaminan dari Mask: Indonesia mengizinkan Grok kembali
Jaringan sosial X, yang didirikan oleh Elon Musk, mendapatkan kabar baik dari pemerintah Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informasi Indonesia mengumumkan pada hari Minggu keputusan untuk menghidupkan kembali Grok — kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh X. Keputusan ini diambil setelah perusahaan Musk memberikan jaminan meyakinkan mengenai penyelesaian masalah konten yang tidak pantas.
Apa yang terjadi dengan Grok di Indonesia
Sebelumnya Grok diblokir di negara tersebut karena kekhawatiran tentang penggunaannya untuk menghasilkan materi yang tidak pantas. Regulator Indonesia mempertimbangkan risiko terkait potensi penyebaran konten berbahaya melalui alat AI tersebut. Menurut laporan Jin10, X menyelesaikan masalah ini melalui surat resmi kepada Menteri Indonesia, menawarkan langkah-langkah konkret untuk mencegah penyalahgunaan platform.
Kondisi baru untuk pemantauan dan pengawasan
Kementerian Indonesia menegaskan bahwa proses pemulihan Grok akan disertai pengawasan yang lebih ketat. Otoritas pengatur akan terus memantau alat tersebut terkait pelanggaran baru, termasuk penyebaran materi ilegal dan pelanggaran prinsip perlindungan anak. Sikap ini menunjukkan niat pemerintah Indonesia untuk menjaga keseimbangan antara inovasi di bidang kecerdasan buatan dan perlindungan warga negara. Musk dan perusahaan X-nya harus mematuhi persyaratan yang ditetapkan untuk mempertahankan izin operasinya di Indonesia.