Mengapa Rumus WACC Anda Harus Termasuk Saham Preferen — Panduan Lengkap

Saat membangun model valuasi atau melakukan analisis penganggaran modal, mendapatkan rumus wacc yang benar sangat penting — dan itu berarti memutuskan apakah akan memasukkan saham preferen. Jawaban singkat: jika perusahaan Anda memiliki saham preferen material yang beredar, rumus wacc Anda harus memperlakukan saham preferen sebagai komponen berbobot tersendiri, bukan digabungkan ke dalam ekuitas. Panduan ini memandu Anda melalui rumus wacc yang diperluas, menunjukkan cara menghitung bobot dan biaya preferen, serta menjelaskan kapan hal ini paling penting untuk valuasi Anda.

Memahami Rumus WACC yang Diperluas

Rumus wacc standar yang Anda pelajari di kelas keuangan mungkin terlihat seperti ini:

WACC = (E / V) × Re + (D / V) × Rd × (1 − T)

Rumus tersebut berfungsi baik saat Anda hanya berurusan dengan utang dan ekuitas biasa. Tetapi begitu saham preferen masuk ke dalam gambar—dan memang banyak perusahaan nyata yang memilikinya—rumus dasar tersebut tidak lengkap. Rumus wacc yang benar saat preferen ada adalah:

WACC = (E / V) × Re + (D / V) × Rd × (1 − T) + (P / V) × Rp

Berikut apa yang berubah:

  • P = nilai pasar saham preferen
  • Rp = biaya saham preferen (hasil atau pengembalian yang diharapkan atas dividen preferen)
  • V = total nilai pasar semua sumber pembiayaan (E + D + P)

Insight penting: perhatikan bahwa komponen preferen tidak dikalikan dengan (1 − T). Itu karena dividen preferen tidak dapat dikurangi pajak, berbeda dengan bunga utang. Rumus wacc Anda harus mencerminkan perbedaan ini.

Apa Itu Saham Preferen dalam Struktur Modal Anda?

Saham preferen berada di zona abu-abu antara utang dan ekuitas. Biasanya memiliki:

  • Dividen tetap atau tercantum (mirip bunga, tetapi tidak dapat dikurangi pajak)
  • Prioritas atas ekuitas biasa untuk dividen dan hasil likuidasi
  • Subordinasi terhadap utang
  • Hak suara terbatas atau tidak sama sekali
  • Sering kali bersifat perpetual (tanpa tanggal jatuh tempo), meskipun ada yang dapat ditebus atau dikonversi

Karena preferen melintasi utang dan ekuitas, analis kadang memperdebatkan apakah harus memasukkannya ke dalam rumus wacc sebagai komponen terpisah. Konsensusnya: jika preferen material (sekitar 5% atau lebih dari total modal), rumus wacc Anda harus mencerminkannya sebagai item tersendiri.

Menghitung Bobot dan Biaya Saham Preferen dalam Rumus WACC Anda

Langkah 1: Nilai Pasar Saham Preferen (P)

Gunakan nilai pasar sebisa mungkin:

P = (jumlah saham preferen beredar) × (harga pasar saat ini per saham preferen)

Jika sekuritas preferen tidak diperdagangkan secara aktif, gunakan hasil penerbitan bersih atau harga transaksi terakhir.

Langkah 2: Biaya Saham Preferen (Rp)

Untuk saham preferen tetap tanpa batas waktu, perhitungannya sederhana:

Rp = Dividen preferen tahunan per saham / Harga pasar per saham preferen

Contoh: Sekuritas preferen membayar $5 per tahun dan diperdagangkan di harga $100, maka Rp = 5% ÷ 100 = 5%.

Untuk preferen yang dapat ditebus atau dikonversi, gunakan yield-to-call atau yield-to-maturity yang memperhitungkan tanggal penebusan yang diharapkan. Untuk preferen konversi, sesuaikan Rp ke bawah untuk mencerminkan opsi konversi yang tertanam.

Langkah 3: Hitung Total Nilai Pasar (V)

V = E + P + D

  • E = nilai pasar ekuitas biasa (jumlah saham × harga saat ini)
  • P = nilai pasar saham preferen
  • D = nilai pasar utang

Langkah 4: Hitung Bobot dan Masukkan ke Rumus WACC Anda

Bobot masing-masing komponen:

  • E/V = bobot ekuitas
  • P/V = bobot preferen
  • D/V = bobot utang

Kemudian masukkan ke rumus wacc lengkap di atas.

Mengapa Dividen Preferen Tidak Mendapatkan Perlindungan Pajak dalam Rumus WACC Anda

Ini sering menjadi sumber kebingungan. Dalam rumus wacc, bunga utang mendapatkan perlindungan pajak—dikalikan dengan (1 − T)—karena bunga dapat dikurangkan dari pajak. Dividen preferen tidak mendapatkan perlakuan ini karena:

  • Dividen preferen dibayar dari laba setelah pajak
  • Mereka merupakan distribusi modal ekuitas, bukan biaya yang dapat dikurangkan
  • Tidak memberikan manfaat pajak kepada penerbit

Oleh karena itu, saat Anda memasukkan Rp ke dalam rumus wacc, biarkan apa adanya. Jangan dikalikan dengan (1 − T). Ini adalah perbedaan penting yang membedakan preferen dari utang dalam rumus wacc Anda.

Ketika Materialitas Penting: Memutuskan Apakah Rumus WACC Anda Perlu Preferen

Sertakan saham preferen dalam rumus wacc Anda jika:

  • Saham preferen beredar dan mewakili sumber modal yang berbeda
  • Preferen material—biasanya 5% atau lebih dari total modal V
  • Anda menilai seluruh perusahaan (menggunakan diskonto FCFF), yang memerlukan tingkat diskonto yang mencerminkan semua penyedia modal

Anda dapat mengabaikan atau menyederhanakan perlakuan jika:

  • Preferen tidak material (kurang dari sekitar 5% dari V)
  • Anda menilai arus kas ekuitas saja (FCFE), di mana Anda akan menggunakan biaya ekuitas sebagai tingkat diskonto
  • Preferen memiliki fitur seperti utang (jatuh tempo tetap, penebusan wajib)—klasifikasikan dengan hati-hati dan berikan justifikasi perlakuan Anda

Pertimbangan praktis: jika posisi preferen Anda mengubah rumus wacc lebih dari 0,5%, itu material dan harus dimasukkan.

Contoh Terapan: Rumus WACC dengan Preferen Termasuk

Misalkan nilai pasar berikut:

  • Ekuitas biasa (E) = $600 juta
  • Saham preferen (P) = $100 juta
  • Utang (D) = $300 juta
  • Tarif pajak perusahaan (T) = 25%
  • Biaya ekuitas (Re) = 10%
  • Biaya utang sebelum pajak (Rd) = 5%
  • Dividen tahunan preferen = $6 juta → Rp = 6% ÷ $100M = 6%

Perhitungan:

Total nilai: V = 600 + 100 + 300 = $1.000 juta

Bobot:

  • E/V = 60%
  • P/V = 10%
  • D/V = 30%

Hitung WACC:

WACC = (0.60 × 10%) + (0.30 × 5% × 0.75) + (0.10 × 6%) WACC = 6,0% + 1,125% + 0,6% WACC ≈ 7,725% atau sekitar 7,73%

Apa jadinya jika Anda mengabaikan preferen? Jika Anda reweight hanya ekuitas dan utang, V menjadi $900 juta, dan WACC sekitar 7,94%—lebih tinggi, karena Anda menaikkan biaya utang. Ini menunjukkan mengapa memasukkan preferen yang material ke dalam rumus wacc secara langsung mempengaruhi hasil valuasi.

Perlakuan Pajak dan Tantangan Klasifikasi

Saham preferen kadang membingungkan garis antara utang dan ekuitas:

  • Preferen perpetual, tidak dapat ditebus: perlakukan sebagai ekuitas (tanpa jatuh tempo, tanpa perlindungan pajak)
  • Preferen yang dapat ditebus dengan jatuh tempo tetap: lebih mirip utang (memiliki masa berlaku tertentu dan pembayaran wajib)
  • Preferen konversi: pendekatan hybrid—gunakan metode berbasis opsi untuk memperkirakan hasil preferen yang disesuaikan dengan fitur konversi

Jika klasifikasi ambigu, ungkapkan pendekatan Anda dan lakukan pengujian sensitivitas (hitung wacc baik dengan preferen sebagai ekuitas maupun sebagai quasi-utang, lalu tunjukkan dampaknya terhadap valuasi).

Kasus Khusus: Preferen Konversi, Callable, dan Floating-Rate

Preferen Konversi

Jika konversi ke saham biasa kemungkinan dan dekat waktu, preferen mungkin lebih mirip ekuitas. Gunakan metode berbasis opsi untuk memperkirakan Rp yang disesuaikan, atau pisahkan komponen preferen langsung dan opsi konversi yang tertanam.

Preferen Callable atau Dapat Ditebus

Penerbit dapat menebus saham pada tanggal tertentu. Dalam rumus wacc Anda, gunakan yield-to-call daripada hasil saat ini, yang mencerminkan masa hidup yang dipersingkat dan risiko panggilan.

Preferen Floating-Rate

Dividen bervariasi dengan tingkat acuan. Gunakan tingkat yang diharapkan ke depan atau hasil pasar yang diimplikasikan dalam rumus wacc Anda. Perbarui Rp secara berkala sesuai kondisi pasar.

Bagaimana Rumus WACC Anda Mempengaruhi Valuasi dan Pengambilan Keputusan

Rumus wacc yang Anda pilih sebagai tingkat diskonto menentukan estimasi nilai perusahaan:

  • Penganggaran modal: proyek harus dievaluasi menggunakan rumus wacc lengkap, termasuk preferen, untuk mencerminkan biaya semua penyedia modal.
  • Valuasi M&A: akuisisi harus memasukkan saham preferen target ke dalam rumus wacc agar tidak membayar terlalu tinggi; mengabaikan preferen bisa menyembunyikan biaya modal sebenarnya.
  • Pengujian impairment: pelaporan keuangan memerlukan tingkat diskonto yang sesuai; menggunakan rumus wacc yang benar (dengan preferen jika material) memastikan estimasi nilai wajar yang adil.

Perusahaan dengan preferen tinggi yang mengabaikan preferen dalam rumus wacc akan secara sistematis meremehkan tingkat diskonto dan melebih-lebihkan nilai perusahaan—kesalahan mahal dalam penetapan harga akuisisi atau alokasi modal.

Kesalahan Umum dan Praktik Terbaik

Kesalahan yang Harus Dihindari

  1. Menggunakan nilai buku alih-alih nilai pasar untuk E, P, dan D—nilai buku mengaburkan biaya modal saat ini.
  2. Mengaplikasikan perlindungan pajak secara salah pada preferen—mengalikan Rp dengan (1 − T) adalah salah.
  3. Mengabaikan preferen yang material—menghasilkan estimasi pengembalian yang lebih rendah dan valuasi yang terlalu tinggi.
  4. Harga preferen yang usang—gunakan harga pasar saat ini atau transaksi terbaru; ungkapkan proxy yang digunakan.

Praktik Terbaik

  • Selalu gunakan nilai pasar untuk E, P, dan D; dokumentasikan proxy atau asumsi yang digunakan.
  • Hitung Rp dengan benar (dividen tahunan ÷ harga pasar, tanpa penyesuaian pajak).
  • Jika preferen borderline material, lakukan pengujian sensitivitas untuk menunjukkan dampaknya terhadap valuasi.
  • Untuk preferen kompleks (konversi, callable), gunakan metode berbasis opsi atau hasil pasar yang mencerminkan fitur tersebut.
  • Dokumentasikan sumber dan asumsi dalam model Anda; ungkapkan tanggal kutipan pasar dan perkiraan yang digunakan.
  • Perbarui input rumus wacc secara rutin, terutama nilai pasar dan hasil, saat kondisi pasar berubah secara signifikan.

Daftar Periksa Rumus WACC Singkat

Saat membangun model rumus wacc Anda, pastikan:

  • [ ] Saham preferen beredar dan nilai pasar (P) teridentifikasi
  • [ ] Nilai pasar ekuitas (E) dihitung dengan harga saham saat ini
  • [ ] Nilai pasar utang (D) diperkirakan; catat jika menggunakan nilai buku
  • [ ] Rp dihitung sebagai dividen tahunan ÷ harga pasar
  • [ ] Tarif pajak perusahaan (T) dikonfirmasi
  • [ ] Semua nilai dimasukkan ke dalam rumus wacc yang diperluas: (E/V)×Re + (D/V)×Rd×(1−T) + (P/V)×Rp
  • [ ] Lakukan analisis sensitivitas untuk menguji dampak perubahan +/−1% pada setiap input
  • [ ] Semua asumsi dan sumber data didokumentasikan
  • [ ] Pertimbangkan apakah fitur preferen (callable, convertible) memerlukan perlakuan yang disesuaikan

Eksplorasi Lebih Lanjut

Untuk studi mendalam, referensi standar meliputi panduan WACC dari Investopedia, panduan pemodelan Wall Street Prep, dan modul biaya modal dari Corporate Finance Institute. Pendekatan akademik (seperti catatan kuliah Pedro Saffi) memberikan dasar teoretis. Sebagian besar praktisi menggunakan template atau spreadsheet sederhana yang memasukkan preferen sebagai item ketiga dalam rumus wacc, memperbarui harga pasar dan hasil kuartalan atau sesuai kebutuhan.

Jika Anda memodelkan berbagai skenario atau melakukan analisis sensitivitas, pertimbangkan alat yang memungkinkan perhitungan ulang cepat dari rumus wacc Anda — banyak platform keuangan perusahaan modern mengintegrasikan template dengan feed data langsung, memudahkan pembaruan data preferen dan memastikan rumus wacc Anda mencerminkan kondisi pasar terkini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)