Otoritas regulasi di Jepang telah memulai tinjauan menyeluruh terhadap mekanisme dukungan untuk stablecoin yang denominasi dalam yen, menandai langkah penting dalam evolusi kerangka regulasi untuk aset digital. Inisiatif ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat dari otoritas pengawas Jepang untuk memastikan bahwa mata uang stabil lokal beroperasi dengan transparansi maksimal dan stabilitas yang dijamin.
Konsultasi Publik dan Jadwal Implementasi
FSA, badan pengawas keuangan di Jepang, telah membuka tahap pengumpulan opini publik secara sistematis untuk menetapkan kriteria teknis dan keuangan yang akan mengatur pembentukan cadangan instrumen ini. Proses ini dimulai pada 27 Januari 2026 dan akan berakhir pada 27 Februari 2026, memberikan peserta industri jendela waktu empat minggu untuk menyampaikan observasi dan usulan. Pendekatan konsultatif ini menunjukkan komitmen Jepang untuk membangun standar melalui dialog dengan pelaku pasar.
Jenis Obligasi Apa yang Dapat Membentuk Cadangan
Inti dari konsultasi ini adalah mengidentifikasi instrumen utang yang dapat digunakan untuk mendukung nilai stablecoin. Otoritas sedang meninjau berbagai kategori obligasi, termasuk surat berharga yang diterbitkan oleh negara, lembaga keuangan, dan entitas korporasi. Pemilihan instrumen ini akan menentukan tingkat keamanan dan kredibilitas yang akan diberikan pasar terhadap stablecoin yang didukung di pasar Jepang.
Implikasi Strategis untuk Pasar Digital
Standar yang akan dihasilkan dari konsultasi saat ini akan menjadi batu fondasi bagi ekonomi digital di Jepang. Dengan menetapkan kriteria regulasi yang ketat untuk stablecoin dalam yen, negara ini memposisikan dirinya sebagai aktor utama dalam menciptakan lingkungan yang terpercaya untuk aset kripto. Strategi ini sejalan dengan upaya lebih luas Jepang untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sambil membuka inovasi di bidang mata uang digital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Jepang Tingkatkan Pengawasan Stablecoin di Yeni melalui Standar Regulasi Baru
Otoritas regulasi di Jepang telah memulai tinjauan menyeluruh terhadap mekanisme dukungan untuk stablecoin yang denominasi dalam yen, menandai langkah penting dalam evolusi kerangka regulasi untuk aset digital. Inisiatif ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat dari otoritas pengawas Jepang untuk memastikan bahwa mata uang stabil lokal beroperasi dengan transparansi maksimal dan stabilitas yang dijamin.
Konsultasi Publik dan Jadwal Implementasi
FSA, badan pengawas keuangan di Jepang, telah membuka tahap pengumpulan opini publik secara sistematis untuk menetapkan kriteria teknis dan keuangan yang akan mengatur pembentukan cadangan instrumen ini. Proses ini dimulai pada 27 Januari 2026 dan akan berakhir pada 27 Februari 2026, memberikan peserta industri jendela waktu empat minggu untuk menyampaikan observasi dan usulan. Pendekatan konsultatif ini menunjukkan komitmen Jepang untuk membangun standar melalui dialog dengan pelaku pasar.
Jenis Obligasi Apa yang Dapat Membentuk Cadangan
Inti dari konsultasi ini adalah mengidentifikasi instrumen utang yang dapat digunakan untuk mendukung nilai stablecoin. Otoritas sedang meninjau berbagai kategori obligasi, termasuk surat berharga yang diterbitkan oleh negara, lembaga keuangan, dan entitas korporasi. Pemilihan instrumen ini akan menentukan tingkat keamanan dan kredibilitas yang akan diberikan pasar terhadap stablecoin yang didukung di pasar Jepang.
Implikasi Strategis untuk Pasar Digital
Standar yang akan dihasilkan dari konsultasi saat ini akan menjadi batu fondasi bagi ekonomi digital di Jepang. Dengan menetapkan kriteria regulasi yang ketat untuk stablecoin dalam yen, negara ini memposisikan dirinya sebagai aktor utama dalam menciptakan lingkungan yang terpercaya untuk aset kripto. Strategi ini sejalan dengan upaya lebih luas Jepang untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sambil membuka inovasi di bidang mata uang digital.