Dari sudut pandang siklus global, XRP telah menyelesaikan gelombang koreksi kedua, membentuk pola koreksi ABC yang khas. Kali ini, rebound menemukan support di level retracement Fibonacci 50%, yang secara tepat mengonfirmasi bahwa dalam tren bullish jangka panjang, koreksi ini merupakan penarikan teknis yang cukup sehat, bukan sinyal pembalikan tren. Oleh karena itu, aspek teknikal telah mempersiapkan dengan matang untuk gelombang kenaikan berikutnya.
Konfirmasi fase koreksi gelombang kedua—melihat kesehatan koreksi XRP dari retracement Fibonacci 50%
Dalam teori gelombang Elliott, koreksi gelombang kedua biasanya tidak sepenuhnya menghapus kenaikan gelombang pertama. Kali ini, koreksi XRP tepat berhenti di posisi 50%, yang berarti penurunan tersebut dibatasi oleh rasio Fibonacci secara ketat, sesuai dengan karakteristik koreksi standar. Koreksi yang teratur ini menunjukkan bahwa dana besar tidak melakukan penjualan panik, malah mungkin sedang mempersiapkan akumulasi untuk gelombang kenaikan utama berikutnya.
Gelombang ketiga dalam teori gelombang Elliott—prediksi target ekstensi Fibonacci 1.68 kali
Berdasarkan penerapan terbalik dari grid Fibonacci, kami melakukan prediksi terhadap potensi target gelombang ketiga. Dalam teori gelombang Elliott, gelombang ketiga biasanya menunjukkan kekuatan paling besar dan momentum paling tinggi, ini adalah fase yang paling diminati oleh pelaku pasar. Berdasarkan struktur pasar saat ini dan rasio ekstensi Fibonacci (1.68 kali), diperkirakan gelombang ketiga XRP akan mencapai level target yang jelas di grafik. Posisi ini tidak hanya didasarkan pada logika matematis Fibonacci, tetapi juga mencerminkan titik keseimbangan penawaran dan permintaan pasar saat ini.
Kerangka teknikal untuk eksekusi trading—pengaturan masuk, stop loss, dan take profit secara ilmiah
Berdasarkan kerangka teknikal yang menggabungkan teori gelombang Elliott dan Fibonacci ini, pengaturan trading mencakup tiga elemen inti: Pertama, mekanisme masuk menggunakan alat otomatis yang memicu secara akurat di level teknikal kunci, memastikan penangkapan awal gelombang kenaikan ketiga; Kedua, level stop loss ditetapkan dengan jelas di bawah support yang pecah, untuk keluar tepat waktu saat struktur pasar gagal, mengendalikan risiko; Ketiga, posisi take profit disesuaikan dengan target ekstensi Fibonacci yang diprediksi, memungkinkan posisi secara bertahap merealisasikan keuntungan seiring pergerakan pasar.
Seluruh analisis ini sepenuhnya didasarkan pada struktur pasar, teori gelombang Elliott, dan level Fibonacci sebagai tiga pilar utama. Ini bukan janji hasil pasti, melainkan metode trading sistematis yang berfokus pada manajemen risiko. Dengan mengikuti aturan teknikal dan rasio secara ketat, kita dapat meningkatkan probabilitas keberhasilan trading.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Analisis Saluran Naik XRP dalam Struktur Gelombang Elliott
Dari sudut pandang siklus global, XRP telah menyelesaikan gelombang koreksi kedua, membentuk pola koreksi ABC yang khas. Kali ini, rebound menemukan support di level retracement Fibonacci 50%, yang secara tepat mengonfirmasi bahwa dalam tren bullish jangka panjang, koreksi ini merupakan penarikan teknis yang cukup sehat, bukan sinyal pembalikan tren. Oleh karena itu, aspek teknikal telah mempersiapkan dengan matang untuk gelombang kenaikan berikutnya.
Konfirmasi fase koreksi gelombang kedua—melihat kesehatan koreksi XRP dari retracement Fibonacci 50%
Dalam teori gelombang Elliott, koreksi gelombang kedua biasanya tidak sepenuhnya menghapus kenaikan gelombang pertama. Kali ini, koreksi XRP tepat berhenti di posisi 50%, yang berarti penurunan tersebut dibatasi oleh rasio Fibonacci secara ketat, sesuai dengan karakteristik koreksi standar. Koreksi yang teratur ini menunjukkan bahwa dana besar tidak melakukan penjualan panik, malah mungkin sedang mempersiapkan akumulasi untuk gelombang kenaikan utama berikutnya.
Gelombang ketiga dalam teori gelombang Elliott—prediksi target ekstensi Fibonacci 1.68 kali
Berdasarkan penerapan terbalik dari grid Fibonacci, kami melakukan prediksi terhadap potensi target gelombang ketiga. Dalam teori gelombang Elliott, gelombang ketiga biasanya menunjukkan kekuatan paling besar dan momentum paling tinggi, ini adalah fase yang paling diminati oleh pelaku pasar. Berdasarkan struktur pasar saat ini dan rasio ekstensi Fibonacci (1.68 kali), diperkirakan gelombang ketiga XRP akan mencapai level target yang jelas di grafik. Posisi ini tidak hanya didasarkan pada logika matematis Fibonacci, tetapi juga mencerminkan titik keseimbangan penawaran dan permintaan pasar saat ini.
Kerangka teknikal untuk eksekusi trading—pengaturan masuk, stop loss, dan take profit secara ilmiah
Berdasarkan kerangka teknikal yang menggabungkan teori gelombang Elliott dan Fibonacci ini, pengaturan trading mencakup tiga elemen inti: Pertama, mekanisme masuk menggunakan alat otomatis yang memicu secara akurat di level teknikal kunci, memastikan penangkapan awal gelombang kenaikan ketiga; Kedua, level stop loss ditetapkan dengan jelas di bawah support yang pecah, untuk keluar tepat waktu saat struktur pasar gagal, mengendalikan risiko; Ketiga, posisi take profit disesuaikan dengan target ekstensi Fibonacci yang diprediksi, memungkinkan posisi secara bertahap merealisasikan keuntungan seiring pergerakan pasar.
Seluruh analisis ini sepenuhnya didasarkan pada struktur pasar, teori gelombang Elliott, dan level Fibonacci sebagai tiga pilar utama. Ini bukan janji hasil pasti, melainkan metode trading sistematis yang berfokus pada manajemen risiko. Dengan mengikuti aturan teknikal dan rasio secara ketat, kita dapat meningkatkan probabilitas keberhasilan trading.