Memahami Peran Pemberi Hibah dan Penerima Hibah dalam Transaksi Properti

Saat membeli atau mentransfer properti, Anda akan menghadapi dua peran penting: pemberi hak (grantor) dan penerima hak (grantee). Memahami siapa yang memainkan masing-masing peran dan hak apa yang mereka miliki adalah dasar dari setiap transaksi properti. Apakah Anda membeli rumah, menyewa apartemen, atau mewarisi properti, mengetahui perbedaan antara grantor dan grantee memastikan Anda melindungi kepentingan Anda sepanjang proses transaksi.

Perbedaan Dasar: Grantor Vs Grantee dalam Transaksi Properti

Pada intinya, grantor adalah pihak yang mentransfer hak kepemilikan, sementara grantee adalah pihak yang menerima hak tersebut. Dalam penjualan rumah, grantor biasanya adalah penjual, dan grantee adalah pembeli. Dalam skenario sewa, grantor berfungsi sebagai pemilik (landlord), dan grantee bertindak sebagai penyewa (tenant). Hubungan antara kedua pihak ini—termasuk hak, kewajiban, dan perlindungan mereka—dokumentasikan secara resmi dalam instrumen hukum yang disebut akta properti (property deed).

Apa yang membuat perbedaan ini penting? Grantor memegang kewajiban hukum tertentu terkait kondisi properti dan status kepemilikan, sementara grantee memiliki hak tertentu untuk menggunakan, menikmati, atau menempati properti tersebut. Akta menjelaskan secara tepat perlindungan apa yang diterima masing-masing pihak dan tanggung jawab apa yang diambil grantor.

Siapa Itu Grantor dan Apa Tanggung Jawab Mereka?

Grantor adalah individu atau entitas yang mentransfer kepemilikan properti kepada pihak lain. Ini bisa berupa pemilik rumah yang menjual rumahnya, pemilik sewa yang menyewakan ruang komersial, atau bahkan bank yang menyita dan menjual kembali properti. Tanggung jawab utama grantor adalah mentransfer hak kepemilikan secara hukum—yaitu hak untuk memiliki, menggunakan, dan berpotensi menjual properti—kepada grantee.

Namun, kewajiban grantor sangat bervariasi tergantung pada jenis akta yang digunakan. Dalam akta jaminan umum (general warranty deed), grantor menjamin bahwa tidak ada cacat hukum tersembunyi yang mempengaruhi hak atas properti dan setuju membela grantee terhadap klaim di masa depan. Sebaliknya, grantor yang menggunakan akta klaim lepas (quitclaim deed) tidak memberikan jaminan apa pun, menempatkan beban verifikasi hak atas properti sepenuhnya pada grantee.

Siapa Itu Grantee dan Hak Apa yang Mereka Dapatkan?

Grantee adalah pihak penerima dalam transfer properti. Mereka memperoleh hak untuk menempati, menggunakan, atau memiliki properti, tergantung pada jenis transaksi. Dalam pembelian rumah, grantee menjadi pemilik hukum yang baru. Dalam perjanjian sewa, grantee mendapatkan hak kepemilikan sementara tetapi bukan hak milik tetap.

Tingkat perlindungan yang diterima grantee sangat tergantung pada jenis akta. Grantee yang menerima akta jaminan umum (general warranty deed) mendapatkan perlindungan terkuat—jika muncul masalah hak atas properti, grantor harus menanggung biaya pembelaan hukum. Sebaliknya, grantee yang menerima akta klaim lepas (quitclaim deed) mendapatkan perlindungan minimal dan menanggung risiko besar jika kemudian muncul sengketa kepemilikan.

Menjelajahi Berbagai Jenis Akta dan Perlindungannya

Perlindungan dan kewajiban spesifik dari grantor dan grantee ditentukan oleh jenis akta. Memahami variasi ini sangat penting untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Akta Jaminan Umum: Perlindungan Maksimal untuk Grantee

Akta jaminan umum memberikan tingkat perlindungan tertinggi bagi pembeli. Grantor secara eksplisit mengonfirmasi tidak ada masalah hak atas properti yang tidak diungkapkan dan setuju membela grantee terhadap klaim seperti lien pajak, hak lintasan (easements), atau hipotek yang belum lunas—bahkan untuk masalah yang berasal dari pemilik sebelumnya. Jika masalah muncul setelah penjualan, grantor menanggung biaya hukum. Ini menjadikannya akta pilihan utama untuk sebagian besar pembelian residensial, karena grantee mendapatkan perlindungan komprehensif.

Akta Jaminan Khusus: Tanggung Jawab Grantor Terbatas

Dengan akta jaminan khusus (special warranty deed), grantor menjamin tidak ada beban hak atas properti selama mereka memilikinya, tetapi tidak bertanggung jawab atas masalah yang dibuat oleh pemilik sebelumnya. Jenis akta ini umum digunakan saat bank atau pemilik sementara (grantor) menjual kembali properti yang disita, memungkinkan mereka membatasi risiko mereka sambil tetap menawarkan perlindungan tertentu bagi grantee.

Akta Pemberian Hak (Grant Deed): Perlindungan Sedang

Akta grant memindahkan kepemilikan dengan jaminan grantor bahwa properti tersebut belum dipindahtangankan ke orang lain dan tidak ada masalah hak selama mereka memilikinya. Namun, berbeda dengan akta jaminan umum, grantor tidak akan membela grantee terhadap klaim hak di masa depan, sehingga perlindungan yang diberikan lebih rendah.

Akta Klaim Lepas (Quitclaim Deed): Perlindungan Minimal untuk Grantee

Akta klaim lepas adalah opsi paling berisiko bagi grantee. Grantor tidak memberikan jaminan apa pun tentang kepemilikan properti atau hak untuk mentransfernya. Jika kemudian muncul sengketa hak, grantee tidak memiliki jalan hukum terhadap grantor. Akta ini biasanya digunakan untuk transfer antar anggota keluarga atau situasi di mana kepercayaan menghilangkan kebutuhan jaminan formal.

Akta Tujuan Khusus (Special Purpose Deed): Transfer Resmi

Ketika grantor bertindak dalam kapasitas resmi—seperti eksekutor warisan yang mentransfer properti yang diwariskan—digunakan akta tujuan khusus. Karena grantor menjalankan tugas resmi dan bukan pemilik pribadi, mereka tidak bertanggung jawab jika kemudian muncul klaim hak atas properti oleh grantee.

Akta Pengalihan Hak Guna (Deed in Lieu of Foreclosure): Menghindari Penyitaan

Pemilik rumah yang menghadapi kesulitan keuangan dapat mentransfer properti kembali ke pemberi pinjaman mereka melalui akta pengalihan hak guna sebagai pengganti penyitaan (deed in lieu of foreclosure). Ini memungkinkan grantor menghindari proses pengadilan yang panjang dan berpotensi menegosiasikan penghapusan saldo kekurangan (jumlah hipotek yang melebihi nilai jual properti)—tetapi hanya jika pemberi pinjaman menyetujui secara tertulis.

Akta Antar Pasangan (Interspousal Deed): Transfer Antara Suami Istri

Akta ini mentransfer properti antar pasangan, biasanya selama proses perceraian. Pasangan yang menerima properti (grantee) biasanya harus menjualnya atau mengalihkan hipotek yang ada ke nama mereka sendiri, karena grantor mungkin tidak memiliki kepentingan keuangan yang berkelanjutan dalam properti tersebut.

Akta Sewa (Deed of Lease): Hak Penggunaan Sementara

Berbeda dengan transfer kepemilikan, akta sewa memberikan hak penguasaan sementara kepada grantee (penyewa) sementara grantor (pemilik) tetap memegang hak milik. Dokumen ini menguraikan ketentuan penggunaan, kewajiban sewa, dan hak serta kewajiban kedua pihak selama masa sewa.

Perlindungan Praktis: Apa yang Harus Diketahui Grantee

Sebelum menerima akta apa pun sebagai grantee, pertimbangkan untuk memesan pencarian hak atas properti (title search) guna memverifikasi kepemilikan saat ini dan mengidentifikasi klaim apa pun terhadap properti tersebut. Langkah verifikasi ini dapat mencegah kejutan mahal di kemudian hari.

Untuk perlindungan tambahan, grantee sering membeli asuransi hak atas properti (title insurance)—polis yang melindungi dari cacat properti yang tidak diketahui, lien, atau sengketa kepemilikan. Bahkan dengan perlindungan akta yang kuat, asuransi hak atas properti menawarkan perlindungan ekstra yang banyak disarankan oleh profesional hukum, terutama untuk properti dengan riwayat kepemilikan yang kompleks.

Poin Utama: Grantor Vs Grantee

Grantor dan grantee berada di sisi berlawanan dari setiap transaksi properti, dengan kewajiban grantor dan perlindungan grantee yang secara langsung bergantung pada jenis akta yang dipilih. Apakah Anda pihak yang mentransfer (grantor) yang ingin meminimalkan tanggung jawab atau pihak yang membeli (grantee) yang menginginkan perlindungan maksimal, jenis akta yang Anda pilih membentuk posisi hukum dan risiko keuangan Anda.

Sebelum menandatangani akta apa pun, pahami apakah Anda akan berperan sebagai grantor yang mentransfer properti atau sebagai grantee yang menerimanya—dan pastikan jenis akta sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan keuangan Anda. Berkonsultasilah dengan pengacara properti untuk memastikan Anda memahami sepenuhnya kewajiban dan perlindungan Anda dalam transaksi tertentu.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)