Menguasai Penjualan Opsi Panggilan: Perbedaan Penting Antara Sell To Open dan Sell To Close

Saat memperdagangkan opsi, investor menghadapi dua strategi dasar untuk menjual kontrak: membuka posisi short dan menutup posisi yang sudah ada. Ini mewakili pendekatan berbeda yang harus dipahami setiap trader opsi sebelum mengalokasikan modal. Apakah Anda sedang belajar menjual opsi call atau mengelola posisi yang sudah ada, memahami perbedaan antara “sell to open” dan “sell to close” merupakan fondasi dari keberhasilan trading opsi.

Memahami Dasar-Dasar Perdagangan Opsi

Opsi merupakan kontrak yang memberikan hak untuk membeli atau menjual sekuritas tertentu dengan harga yang telah ditentukan (harga strike) dalam jangka waktu tertentu. Derivatif ini tersedia pada banyak saham dan dana yang diperdagangkan di bursa. Broker dan institusi keuangan mengharuskan trader mendapatkan otorisasi perdagangan opsi sebelum memulai, karena instrumen ini memerlukan pengetahuan khusus dan membawa risiko unik dibandingkan kepemilikan saham tradisional.

Pasar opsi menggunakan terminologi khusus yang bisa membingungkan pendatang baru. Dua istilah paling penting menggambarkan bagaimana trader memulai dan mengakhiri posisi: memulai kontrak baru melalui penjualan dan keluar dari posisi yang sudah ada melalui pembelian atau penjualan.

Sell To Open vs. Sell To Close: Dua Strategi Berbeda

Istilah ini menggambarkan jenis transaksi yang berlawanan dalam siklus hidup opsi. Memahami kapan dan mengapa menggunakan masing-masing strategi menentukan apakah perdagangan menghasilkan keuntungan atau kerugian.

Membuka Posisi Short: Transaksi Sell To Open

Ketika seorang investor memberi instruksi kepada broker untuk “sell to open,” mereka memulai posisi short baru dengan menjual kontrak opsi kepada peserta pasar lain. Penjual langsung menerima pembayaran—disebut premi—yang dikreditkan ke akun mereka. Pembayaran ini merupakan keuntungan maksimal yang bisa diperoleh penjual dari transaksi tersebut.

Misalnya, menjual opsi call pada saham AT&T dengan premi $1 menghasilkan uang tunai sebesar $100 ($1 × 100 saham per kontrak) secara langsung. Penjual kini memegang posisi short dan menunggu nilai opsi menurun. Strategi ini menguntungkan jika harga saham dasar tetap di bawah harga strike hingga jatuh tempo.

Menutup Posisi yang Ada: Transaksi Sell To Close

“Sell to close” berarti menjual opsi yang sebelumnya dibeli untuk keluar atau mengurangi posisi tersebut. Ini menutup posisi long yang ada. Berbeda dengan strategi sell-to-open, transaksi sell-to-close menutup posisi yang sudah ada daripada membuat posisi baru.

Ketika seorang trader membeli opsi call sebelumnya dan nilainya meningkat, mereka mungkin menjualnya dengan harga lebih tinggi dari harga beli untuk mengunci keuntungan. Sebaliknya, jika nilai opsi menurun, menjual untuk menutup menghentikan kerugian lebih lanjut—sebuah teknik manajemen risiko yang disebut “membatasi risiko downside.”

Nilai Intrinsik dan Nilai Waktu: Apa yang Membuat Opsi Berfungsi

Nilai kontrak opsi berfluktuasi berdasarkan beberapa faktor: harga saham dasar, waktu tersisa hingga jatuh tempo, volatilitas saham, dan tingkat suku bunga. Dua komponen menentukan total nilai opsi.

Nilai Intrinsik mewakili keuntungan langsung jika dilaksanakan hari ini. Sebuah opsi call untuk membeli AT&T di harga $10 memiliki nilai intrinsik sebesar $5 saat AT&T diperdagangkan di $15. Setelah harga saham turun di bawah $10, opsi memiliki nilai intrinsik nol.

Nilai Waktu mewakili kemungkinan keuntungan di masa depan sebelum jatuh tempo. Opsi yang jauh dari tanggal kedaluwarsa memiliki nilai waktu lebih tinggi karena lebih banyak pergerakan yang bisa terjadi. Seiring mendekati jatuh tempo, nilai waktu berkurang—fenomena yang disebut “time decay.” Saham yang volatil biasanya memiliki premi opsi lebih tinggi karena fluktuasi harga yang dramatis lebih mungkin terjadi.

Mengimplementasikan Penjualan Opsi Call: Dari Teori ke Praktik

Menjual opsi call merupakan salah satu strategi penghasilan yang paling umum dalam perdagangan opsi. Ketika seorang investor menjual opsi call terhadap saham yang mereka miliki, mereka menciptakan “covered call”—pendekatan konservatif karena kepemilikan saham membatasi risiko downside.

Sebaliknya, menjual opsi call tanpa memiliki saham dasar menciptakan “naked call,” yang mengekspos penjual ke kerugian tak terbatas jika harga saham melonjak di atas harga strike. Dalam skenario ini, penjual harus membeli saham di pasar dan menyerahkannya di harga strike yang lebih rendah.

Memahami kapan harus menjual opsi call membutuhkan evaluasi antara peluang penghasilan (premi yang diterima) dan risiko penugasan (penjualan paksa saham di harga strike).

Siklus Hidup Opsi: Dari Pembukaan Hingga Penutupan

Ketika seorang investor membeli opsi saham, ada tiga kemungkinan hasil:

  1. Penjualan Sebelum Jatuh Tempo: Investor menjual opsi ke peserta lain di harga pasar, menutup posisi melalui instruksi “sell to close.” Keuntungan tergantung apakah harga jual melebihi harga beli.

  2. Kadaluarsa Tidak Bernilai: Jika saham tidak pernah mencapai harga strike, opsi berakhir tidak bernilai. Bagi penjual call short, ini adalah hasil yang ideal—mereka mempertahankan premi dan tidak memiliki kewajiban.

  3. Pelaksanaan atau Penugasan: Pemegang opsi melaksanakan hak mereka untuk membeli (call) atau menjual (put) saham dasar. Penjual call short menghadapi penugasan, di mana saham mereka dipanggil dan diambil alih di harga strike.

Pertimbangan Risiko dalam Perdagangan Opsi

Perdagangan opsi menarik investor yang mencari leverage dan pengembalian yang lebih tinggi, tetapi risikonya harus diperhatikan secara serius. Modal kecil dapat menghasilkan keuntungan persentase besar jika perdagangan bergerak menguntungkan—tetapi kerugian juga bisa cepat bertambah.

Beberapa bahaya yang membedakan opsi dari kepemilikan saham:

  • Time Decay: Nilai opsi terus berkurang seiring mendekati jatuh tempo, terlepas dari pergerakan saham. Trader perlu pergerakan harga yang cepat dan signifikan.

  • Kelebihan Leverage: Meskipun leverage dapat memperbesar keuntungan, ia juga memperbesar kerugian. Investasi beberapa ratus dolar bisa berujung kerugian total jika pergerakan harga salah arah.

  • Bid-Ask Spread: Perbedaan antara harga beli dan jual dapat mengurangi keuntungan secara signifikan, terutama pada opsi yang kurang likuid.

Trader opsi yang sukses secara menyeluruh meneliti bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi, sering memulai dengan akun latihan menggunakan dana simulasi sebelum mempertaruhkan modal nyata. Memahami mekanisme leverage, matematika time decay, dan konsep volatilitas membedakan trader yang konsisten dari mereka yang mengalami kerugian yang bisa dihindari.

Perbedaan antara menjual untuk membuka dan menutup posisi melalui penjualan hanyalah satu elemen dari keahlian trading opsi. Menggabungkan pengetahuan ini dengan manajemen risiko yang disiplin menciptakan fondasi untuk keberhasilan jangka panjang di pasar derivatif.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)