Laporan tematik BlackRock untuk tahun 2026 memberikan pandangan mendalam tentang peran strategis Ethereum dalam perkembangan aset ter-tokenisasi. Menurut analisis yang dirilis, Ethereum diidentifikasi sebagai infrastruktur fundamental yang memungkinkan penyelesaian transaksi on-chain dengan efisien serta menjadi saluran utama dalam penangkapan nilai dari biaya jaringan.
Ethereum Mendominasi Pasar Aset Ter-tokenisasi pada Awal 2026
Data dari NS3.AI menunjukkan bahwa Ethereum menguasai lebih dari 65% dari total volume aset ter-tokenisasi pada awal Januari 2026, memposisikannya sebagai pemimpin pasar yang tidak tertandingi. Namun, pandangan terhadap dominasi ini mulai mengalami perubahan signifikan seiring memasuki kuartal pertama tahun ini. Dalam waktu singkat, porsi pasar Ethereum menghadapi tekanan kompetitif yang semakin meningkat seiring dengan makin banyaknya proyek yang memilih blockchain alternatif untuk penerbitan aset mereka.
Ancaman Diversifikasi Blockchain Terhadap Posisi Ethereum
Pandangan BlackRock menggarisbawahi kompleksitas yang terus berkembang dalam lanskap multi-chain. Seiring dengan semakin banyaknya blockchain yang menawarkan kecepatan dan biaya yang lebih kompetitif, diversifikasi penerbitan aset di berbagai jaringan menjadi tren yang tidak terhindarkan. Fenomena ini diperkuat dengan meningkatnya aktivitas transaksi off-chain, yang mengurangi ketergantungan terhadap penyelesaian langsung di Ethereum dan berdampak pada model pendapatan berbasis biaya jaringan.
Infrastruktur Kunci dalam Era Tokenisasi: Pandangan Jangka Panjang
Meskipun menghadapi tantangan, pandangan terhadap peran Ethereum tetap positif dalam konteks ekonomi biaya jangka panjang. Laporan menekankan pentingnya throughput ekonomi organik—artinya, kemampuan Ethereum untuk menangkap nilai melalui aktivitas transaksi yang autentik dan berkelanjutan—untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin infrastruktur penyelesaian aset. Pertanyaan krusial muncul tentang bagaimana biaya penyelesaian di masa depan akan tetap terhubung dengan nilai ETH dalam ekosistem yang terus fragmentasi ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BlackRock Pandangan Terhadap Ethereum dalam Ekosistem Aset Ter-tokenisasi
Laporan tematik BlackRock untuk tahun 2026 memberikan pandangan mendalam tentang peran strategis Ethereum dalam perkembangan aset ter-tokenisasi. Menurut analisis yang dirilis, Ethereum diidentifikasi sebagai infrastruktur fundamental yang memungkinkan penyelesaian transaksi on-chain dengan efisien serta menjadi saluran utama dalam penangkapan nilai dari biaya jaringan.
Ethereum Mendominasi Pasar Aset Ter-tokenisasi pada Awal 2026
Data dari NS3.AI menunjukkan bahwa Ethereum menguasai lebih dari 65% dari total volume aset ter-tokenisasi pada awal Januari 2026, memposisikannya sebagai pemimpin pasar yang tidak tertandingi. Namun, pandangan terhadap dominasi ini mulai mengalami perubahan signifikan seiring memasuki kuartal pertama tahun ini. Dalam waktu singkat, porsi pasar Ethereum menghadapi tekanan kompetitif yang semakin meningkat seiring dengan makin banyaknya proyek yang memilih blockchain alternatif untuk penerbitan aset mereka.
Ancaman Diversifikasi Blockchain Terhadap Posisi Ethereum
Pandangan BlackRock menggarisbawahi kompleksitas yang terus berkembang dalam lanskap multi-chain. Seiring dengan semakin banyaknya blockchain yang menawarkan kecepatan dan biaya yang lebih kompetitif, diversifikasi penerbitan aset di berbagai jaringan menjadi tren yang tidak terhindarkan. Fenomena ini diperkuat dengan meningkatnya aktivitas transaksi off-chain, yang mengurangi ketergantungan terhadap penyelesaian langsung di Ethereum dan berdampak pada model pendapatan berbasis biaya jaringan.
Infrastruktur Kunci dalam Era Tokenisasi: Pandangan Jangka Panjang
Meskipun menghadapi tantangan, pandangan terhadap peran Ethereum tetap positif dalam konteks ekonomi biaya jangka panjang. Laporan menekankan pentingnya throughput ekonomi organik—artinya, kemampuan Ethereum untuk menangkap nilai melalui aktivitas transaksi yang autentik dan berkelanjutan—untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin infrastruktur penyelesaian aset. Pertanyaan krusial muncul tentang bagaimana biaya penyelesaian di masa depan akan tetap terhubung dengan nilai ETH dalam ekosistem yang terus fragmentasi ini.