BRICS di bawah kepresidenan India: strategi baru melawan unilateralisme ekonomi Amerika

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pengambilalihan kepresidenan BRICS oleh India pada tahun 2026 menandai titik balik penting dalam penguatan tatanan ekonomi multipolar. Untuk pertama kalinya, tahun kunci ini, blok lima kekuatan besar yang sedang berkembang bersiap untuk merumuskan respons terstruktur terhadap kebijakan proteksionis yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, terutama melalui agenda “America First”.

Denasionalisasi perdagangan: respons melalui mata uang lokal

Menurut data dari NS3.AI, salah satu prioritas utama BRICS di bawah kepemimpinan India adalah secara drastis mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Strategi ini dilakukan melalui promosi perdagangan intra-BRICS yang menggunakan mata uang nasional masing-masing negara anggota. Pendekatan ini memungkinkan setiap negara menjaga otonomi keuangannya sambil menciptakan ekosistem perdagangan yang independen dari fluktuasi dolar dan tekanan geopolitik Washington.

Agenda Selatan global di garis depan

Berbeda dengan prioritas Barat yang berfokus pada stabilitas lembaga pasar kapitalis, kepresidenan India di BRICS bermaksud mengangkat tiga isu struktural: keadilan iklim, pengurangan beban utang negara berkembang, dan pembangunan inklusif yang menghormati kekhasan setiap wilayah. Ketiga pilar ini mencerminkan aspirasi mayoritas dunia yang terlalu lama terpinggirkan oleh lembaga-lembaga tata kelola global yang dirancang pada masa dominasi Barat.

Satu kesatuan menghadapi tarif perdagangan

Menghadapi bea masuk yang dikenakan oleh Amerika Serikat, enam anggota BRICS—India, Brasil, Rusia, Tiongkok, dan Afrika Selatan, dengan semakin banyaknya mitra baru—berusaha mengoordinasikan reaksi bersama. Solidaritas ekonomi ini bertujuan mengurangi dampak sanksi perdagangan dan mempercepat reformasi struktur tata kelola internasional, yang saat ini dipandang sebagai alat untuk mempertahankan keunggulan Barat.

Alternatif terhadap sistem yang ada

Kepresidenan India di BRICS pada tahun 2026 tidak hanya bertujuan menyesuaikan sistem ekonomi global, tetapi juga menawarkan alternatif yang secara fundamental berbeda. Dengan menekankan kedaulatan moneter, keadilan iklim, dan keadilan pembangunan, India menempatkan blok ini sebagai kekuatan penyeimbang geopolitik utama, yang mampu menggerakkan sepertiga dari PDB dunia demi tatanan multipolar.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)