Awal Januari 2025 membawa perkembangan baru dalam skandal perdagangan aset virtual Hong Kong JPEX yang sedang berlangsung. Selebriti internet Zhu Jiahui, yang dikenal sebagai “Master Zhu,” telah didakwa atas tiga tuduhan pencucian uang tambahan, menandai peningkatan signifikan dalam proses hukum. Tuduhan baru ini menyoroti jaringan keuangan yang kompleks yang telah diungkap oleh pihak berwenang sejak platform tanpa izin tersebut terungkap pada tahun 2023.
Penipuan JPEX Terungkap: Bagaimana Zhu Terjebak dalam Jaringan
Skandal JPEX awalnya meledak ketika regulator dan penegak hukum Hong Kong menemukan bahwa platform perdagangan aset virtual tanpa izin tersebut telah merancang skema penipuan yang canggih. Beberapa selebriti dan influencer internet, termasuk Zhu, direkrut sebagai promotor untuk menarik investor ritel agar menyetorkan aset ke platform tersebut. Skema ini menyebabkan kerugian besar bagi investor dan memicu salah satu penyelidikan terkait cryptocurrency terbesar di Hong Kong. Saat pihak berwenang menyelidiki lebih dalam, peran sentral Zhu dalam mempromosikan dan berpotensi memfasilitasi aliran dana menjadi semakin jelas.
Tuduhan Terbaru terhadap Zhu: Tiga Tuduhan Pencucian Uang
Pihak berwenang kini secara resmi menuduh Zhu dengan tiga tuduhan pencucian uang terkait keterlibatannya dalam skema tersebut. Setelah diberikan jaminan, Zhu menunggu sidang sementara jaksa membangun kasus mereka. Tuduhan pencucian uang ini menunjukkan bahwa penyidik percaya Zhu tidak hanya mempromosikan platform penipuan tersebut tetapi juga secara aktif berpartisipasi dalam menyembunyikan atau memindahkan hasil ilegal melalui sistem keuangan.
Jejak Transaksi: Jaringan Keuangan Multi-Bank Zhu Sedang Diselidiki
Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Zhu memfasilitasi beberapa transaksi melalui jaringan lembaga keuangan yang terkoordinasi selama hampir tiga tahun, dari akhir 2020 hingga pertengahan 2023. Empat transaksi besar dengan total lebih dari HK$18,8 juta mengalir melalui rekening yang dia pegang di beberapa bank: ZA Bank, Mox Bank, Li & Fung Bank, dan Wealth Bank. Pengaturan multi-bank ini menunjukkan upaya sengaja untuk mendistribusikan aliran dana dan berpotensi mengaburkan jejak dokumen. Waktu dan jumlah transaksi ini menjadi bagian penting dari bukti penuntut bahwa Zhu secara sadar berpartisipasi dalam pencucian uang.
Kasus ini menyoroti risiko yang semakin meningkat bagi influencer saat mempromosikan platform keuangan yang tidak diatur, sekaligus menegaskan bagaimana penipuan cryptocurrency dapat berkembang menjadi kejahatan keuangan yang kompleks melibatkan banyak lembaga dan yurisdiksi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Selebriti Internet Zhu Dihadapkan Pada Tuduhan Pencucian Uang dalam Skandal JPEX Hong Kong: Lebih dari HK$18,8 Juta Terlibat
Awal Januari 2025 membawa perkembangan baru dalam skandal perdagangan aset virtual Hong Kong JPEX yang sedang berlangsung. Selebriti internet Zhu Jiahui, yang dikenal sebagai “Master Zhu,” telah didakwa atas tiga tuduhan pencucian uang tambahan, menandai peningkatan signifikan dalam proses hukum. Tuduhan baru ini menyoroti jaringan keuangan yang kompleks yang telah diungkap oleh pihak berwenang sejak platform tanpa izin tersebut terungkap pada tahun 2023.
Penipuan JPEX Terungkap: Bagaimana Zhu Terjebak dalam Jaringan
Skandal JPEX awalnya meledak ketika regulator dan penegak hukum Hong Kong menemukan bahwa platform perdagangan aset virtual tanpa izin tersebut telah merancang skema penipuan yang canggih. Beberapa selebriti dan influencer internet, termasuk Zhu, direkrut sebagai promotor untuk menarik investor ritel agar menyetorkan aset ke platform tersebut. Skema ini menyebabkan kerugian besar bagi investor dan memicu salah satu penyelidikan terkait cryptocurrency terbesar di Hong Kong. Saat pihak berwenang menyelidiki lebih dalam, peran sentral Zhu dalam mempromosikan dan berpotensi memfasilitasi aliran dana menjadi semakin jelas.
Tuduhan Terbaru terhadap Zhu: Tiga Tuduhan Pencucian Uang
Pihak berwenang kini secara resmi menuduh Zhu dengan tiga tuduhan pencucian uang terkait keterlibatannya dalam skema tersebut. Setelah diberikan jaminan, Zhu menunggu sidang sementara jaksa membangun kasus mereka. Tuduhan pencucian uang ini menunjukkan bahwa penyidik percaya Zhu tidak hanya mempromosikan platform penipuan tersebut tetapi juga secara aktif berpartisipasi dalam menyembunyikan atau memindahkan hasil ilegal melalui sistem keuangan.
Jejak Transaksi: Jaringan Keuangan Multi-Bank Zhu Sedang Diselidiki
Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Zhu memfasilitasi beberapa transaksi melalui jaringan lembaga keuangan yang terkoordinasi selama hampir tiga tahun, dari akhir 2020 hingga pertengahan 2023. Empat transaksi besar dengan total lebih dari HK$18,8 juta mengalir melalui rekening yang dia pegang di beberapa bank: ZA Bank, Mox Bank, Li & Fung Bank, dan Wealth Bank. Pengaturan multi-bank ini menunjukkan upaya sengaja untuk mendistribusikan aliran dana dan berpotensi mengaburkan jejak dokumen. Waktu dan jumlah transaksi ini menjadi bagian penting dari bukti penuntut bahwa Zhu secara sadar berpartisipasi dalam pencucian uang.
Kasus ini menyoroti risiko yang semakin meningkat bagi influencer saat mempromosikan platform keuangan yang tidak diatur, sekaligus menegaskan bagaimana penipuan cryptocurrency dapat berkembang menjadi kejahatan keuangan yang kompleks melibatkan banyak lembaga dan yurisdiksi.