Sebuah kisah peringatan muncul dari Xiamen mengenai seorang karyawan perusahaan penerbit yang memanfaatkan akses administratifnya untuk mengalihkan dana perusahaan ke pasar cryptocurrency berisiko tinggi. Menurut pernyataan dari Kejaksaan Distrik Tong’an di Xiamen, individu tersebut—yang diidentifikasi sebagai Guo—secara sistematis mengalihkan lebih dari 1,53 juta yuan dalam pembayaran perusahaan dengan mengganti kode transaksi resmi dengan kredensial keuangan pribadi. Antara tahun 2024 dan awal 2025, dana yang dialihkan ini langsung mengalir ke spekulasi cryptocurrency, terutama menargetkan Bitcoin dan aset digital lainnya.
Cara Kerja Skema Penggelapan
Mekanisme penipuan ini sederhana namun efektif. Dengan mengendalikan proses pemesanan dan penyelesaian untuk bahan ajar di perusahaan penerbit yang berbasis di Fujian, Guo mengganti kode QR dan informasi rekening bank resmi perusahaan dengan detail WeChat dan rekening bank pribadinya. Ini memungkinkannya untuk menyadap pembayaran yang seharusnya dikirim ke vendor dan mengalihkan dana tersebut ke akun perdagangan crypto pribadi. Skema ini tetap tidak terdeteksi hingga tahun 2025, ketika ketidaksesuaian dalam catatan perusahaan memicu penyelidikan internal, yang kemudian menyebabkan penyerahan diri secara sukarela kepada pihak berwenang.
Kerugian Cryptocurrency dan Konsekuensi Hukum
Meskipun awalnya mengumpulkan lebih dari 1,53 juta yuan melalui penggelapan, aktivitas perdagangan cryptocurrency Guo berujung pada kerugian total. Sifat pasar crypto yang volatil dan spekulatif berarti bahwa semua dana yang dialihkan akhirnya dilikuidasi melalui perdagangan yang gagal dan penurunan pasar. Dalam vonisnya, pengadilan menghukum Guo karena penggelapan dan menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun tiga bulan, beserta denda finansial. Kasus ini menegaskan risiko ganda yang dihadapi individu saat menggabungkan penipuan di tempat kerja dengan strategi investasi berisiko tinggi di pasar aset digital yang tidak diatur.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Karyawan Xiamen Dijatuhi Hukuman karena Skema Penggelapan Terkait Kerugian Perdagangan Cryptocurrency
Sebuah kisah peringatan muncul dari Xiamen mengenai seorang karyawan perusahaan penerbit yang memanfaatkan akses administratifnya untuk mengalihkan dana perusahaan ke pasar cryptocurrency berisiko tinggi. Menurut pernyataan dari Kejaksaan Distrik Tong’an di Xiamen, individu tersebut—yang diidentifikasi sebagai Guo—secara sistematis mengalihkan lebih dari 1,53 juta yuan dalam pembayaran perusahaan dengan mengganti kode transaksi resmi dengan kredensial keuangan pribadi. Antara tahun 2024 dan awal 2025, dana yang dialihkan ini langsung mengalir ke spekulasi cryptocurrency, terutama menargetkan Bitcoin dan aset digital lainnya.
Cara Kerja Skema Penggelapan
Mekanisme penipuan ini sederhana namun efektif. Dengan mengendalikan proses pemesanan dan penyelesaian untuk bahan ajar di perusahaan penerbit yang berbasis di Fujian, Guo mengganti kode QR dan informasi rekening bank resmi perusahaan dengan detail WeChat dan rekening bank pribadinya. Ini memungkinkannya untuk menyadap pembayaran yang seharusnya dikirim ke vendor dan mengalihkan dana tersebut ke akun perdagangan crypto pribadi. Skema ini tetap tidak terdeteksi hingga tahun 2025, ketika ketidaksesuaian dalam catatan perusahaan memicu penyelidikan internal, yang kemudian menyebabkan penyerahan diri secara sukarela kepada pihak berwenang.
Kerugian Cryptocurrency dan Konsekuensi Hukum
Meskipun awalnya mengumpulkan lebih dari 1,53 juta yuan melalui penggelapan, aktivitas perdagangan cryptocurrency Guo berujung pada kerugian total. Sifat pasar crypto yang volatil dan spekulatif berarti bahwa semua dana yang dialihkan akhirnya dilikuidasi melalui perdagangan yang gagal dan penurunan pasar. Dalam vonisnya, pengadilan menghukum Guo karena penggelapan dan menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun tiga bulan, beserta denda finansial. Kasus ini menegaskan risiko ganda yang dihadapi individu saat menggabungkan penipuan di tempat kerja dengan strategi investasi berisiko tinggi di pasar aset digital yang tidak diatur.