Guncangan Sejarah yang Mengirim Sinyal Peringatan Global Pasar obligasi Jepang sedang mengalami salah satu penjualan terburuk dalam sejarah modern, dipicu oleh ketakutan terhadap pengeluaran pemerintah yang tidak didanai, ketidakpastian politik, dan imbal hasil yang melonjak. Awalnya sebagai kejutan kebijakan domestik, kini getarannya menyebar ke seluruh pasar global. 📉 Seberapa Parah Kerusakannya? Penjualan ini paling baik dipahami melalui ledakan imbal hasil obligasi jangka panjang (harga bergerak berlawanan dengan imbal hasil): Rekor Imbal Hasil Utama Dirobohkan Imbal Hasil JGB 10 Tahun: Mencapai 2,35%, tertinggi sejak 1999 Imbal Hasil JGB 40 Tahun: Melonjak di atas 4% untuk pertama kalinya, mencapai puncak sekitar 4,2% Dampak Pasar: Hanya ¥436 miliar dalam perdagangan menghapus estimasi $410 miliar dalam nilai pasar obligasi Sentimen Pedagang: Digambarkan oleh veteran sebagai “hari perdagangan paling kacau dalam bertahun-tahun” Ini bukan volatilitas normal — ini adalah kejutan kepercayaan. ⚙️ Apa Pemicu Krisis? Katalisnya adalah politik — dan pasar bereaksi secara instan. Rencana Fiskal Tidak Didanai: Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan stimulus besar dan pemotongan pajak makanan tanpa peta jalan pendanaan, menunjukkan penerbitan obligasi baru yang besar Gamble Pemilihan Mendadak: Pemilihan mendadak pada 8 Februari 2026 menambah ketidakpastian saat dia mencari mandat untuk perubahan kebijakan besar Tumpukan Utang: Jepang sudah memegang rasio utang terhadap PDB tertinggi di dunia (260%+), mendorong investor mempertanyakan keberlanjutan Pasar tidak takut pengeluaran — mereka takut pengeluaran tanpa kredibilitas. 🌍 Dampak Gelombang Global Keguncangan obligasi Jepang tidak tetap lokal. Mengapa Dunia Memperhatikan Peringatan kepada AS: Ken Griffin dari Citadel menyebut ini sebagai “peringatan eksplisit” — jika Jepang bisa menghadapi stres meskipun pendanaan domestik, tidak ada negara yang kebal Imbal Hasil Global yang Meningkat: Obligasi AS dan Eropa melemah secara bersamaan, mendorong biaya pinjaman lebih tinggi di seluruh dunia Risiko Aliran Modal: Analis memperingatkan tentang “perang modal” di masa depan di mana ketegangan geopolitik mengurangi keinginan untuk memegang utang asing — mengancam permintaan Treasury tradisional Inilah bagaimana stres utang lokal menjadi global. 🔍 Dua Narasi yang Bertentangan 🔴 Kasus Beruang Risiko “Momen Liz Truss”: Pemotongan pajak tanpa dana mengingatkan pada krisis obligasi Inggris 2022 Rasa Sakit Institusional: Bank dan perusahaan asuransi Jepang menghadapi kerugian besar secara kertas Pertanyaan Pembeli: Dengan BOJ mengurangi pembelian obligasi, siapa yang menyerap penerbitan di masa depan — terutama investor asing yang kini waspada? 🟢 Pandangan Stabilitas Kekuatan Domestik: Lebih dari 90% JGB dimiliki secara domestik, dan Jepang menjalankan surplus neraca berjalan Tidak Ada Krisis Pendanaan (Namun): Berbeda dengan Inggris, Jepang tidak bergantung pada uang panas asing Volatilitas Musiman: Penataan portofolio sebelum akhir tahun fiskal (Maret) mungkin membesar-besarkan pergerakan — pasar yang lebih tenang bisa muncul setelah April 2026 🧠 Kesimpulan Akhir Penjualan obligasi Jepang bukan hanya peristiwa pasar — ini adalah ujian kredibilitas fiskal. Sementara tabungan domestik Jepang yang dalam memberikan bantalan yang kuat, episode ini mengirim pesan yang jelas ke dunia: Utang tinggi + janji tidak didanai = disiplin pasar instan Bagi investor global, ini adalah pengingat bahwa pasar obligasi, bukan politisi, yang menentukan batas akhir.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
🇯🇵 Pasar Obligasi Jepang Melemah
Guncangan Sejarah yang Mengirim Sinyal Peringatan Global
Pasar obligasi Jepang sedang mengalami salah satu penjualan terburuk dalam sejarah modern, dipicu oleh ketakutan terhadap pengeluaran pemerintah yang tidak didanai, ketidakpastian politik, dan imbal hasil yang melonjak. Awalnya sebagai kejutan kebijakan domestik, kini getarannya menyebar ke seluruh pasar global.
📉 Seberapa Parah Kerusakannya?
Penjualan ini paling baik dipahami melalui ledakan imbal hasil obligasi jangka panjang (harga bergerak berlawanan dengan imbal hasil):
Rekor Imbal Hasil Utama Dirobohkan
Imbal Hasil JGB 10 Tahun: Mencapai 2,35%, tertinggi sejak 1999
Imbal Hasil JGB 40 Tahun: Melonjak di atas 4% untuk pertama kalinya, mencapai puncak sekitar 4,2%
Dampak Pasar: Hanya ¥436 miliar dalam perdagangan menghapus estimasi $410 miliar dalam nilai pasar obligasi
Sentimen Pedagang: Digambarkan oleh veteran sebagai “hari perdagangan paling kacau dalam bertahun-tahun”
Ini bukan volatilitas normal — ini adalah kejutan kepercayaan.
⚙️ Apa Pemicu Krisis?
Katalisnya adalah politik — dan pasar bereaksi secara instan.
Rencana Fiskal Tidak Didanai: Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan stimulus besar dan pemotongan pajak makanan tanpa peta jalan pendanaan, menunjukkan penerbitan obligasi baru yang besar
Gamble Pemilihan Mendadak: Pemilihan mendadak pada 8 Februari 2026 menambah ketidakpastian saat dia mencari mandat untuk perubahan kebijakan besar
Tumpukan Utang: Jepang sudah memegang rasio utang terhadap PDB tertinggi di dunia (260%+), mendorong investor mempertanyakan keberlanjutan
Pasar tidak takut pengeluaran — mereka takut pengeluaran tanpa kredibilitas.
🌍 Dampak Gelombang Global
Keguncangan obligasi Jepang tidak tetap lokal.
Mengapa Dunia Memperhatikan
Peringatan kepada AS: Ken Griffin dari Citadel menyebut ini sebagai “peringatan eksplisit” — jika Jepang bisa menghadapi stres meskipun pendanaan domestik, tidak ada negara yang kebal
Imbal Hasil Global yang Meningkat: Obligasi AS dan Eropa melemah secara bersamaan, mendorong biaya pinjaman lebih tinggi di seluruh dunia
Risiko Aliran Modal: Analis memperingatkan tentang “perang modal” di masa depan di mana ketegangan geopolitik mengurangi keinginan untuk memegang utang asing — mengancam permintaan Treasury tradisional
Inilah bagaimana stres utang lokal menjadi global.
🔍 Dua Narasi yang Bertentangan
🔴 Kasus Beruang
Risiko “Momen Liz Truss”: Pemotongan pajak tanpa dana mengingatkan pada krisis obligasi Inggris 2022
Rasa Sakit Institusional: Bank dan perusahaan asuransi Jepang menghadapi kerugian besar secara kertas
Pertanyaan Pembeli: Dengan BOJ mengurangi pembelian obligasi, siapa yang menyerap penerbitan di masa depan — terutama investor asing yang kini waspada?
🟢 Pandangan Stabilitas
Kekuatan Domestik: Lebih dari 90% JGB dimiliki secara domestik, dan Jepang menjalankan surplus neraca berjalan
Tidak Ada Krisis Pendanaan (Namun): Berbeda dengan Inggris, Jepang tidak bergantung pada uang panas asing
Volatilitas Musiman: Penataan portofolio sebelum akhir tahun fiskal (Maret) mungkin membesar-besarkan pergerakan — pasar yang lebih tenang bisa muncul setelah April 2026
🧠 Kesimpulan Akhir
Penjualan obligasi Jepang bukan hanya peristiwa pasar — ini adalah ujian kredibilitas fiskal.
Sementara tabungan domestik Jepang yang dalam memberikan bantalan yang kuat, episode ini mengirim pesan yang jelas ke dunia:
Utang tinggi + janji tidak didanai = disiplin pasar instan
Bagi investor global, ini adalah pengingat bahwa pasar obligasi, bukan politisi, yang menentukan batas akhir.