Sebelumnya saya bilang emas akan menuju $10.000, terdengar tidak masuk akal, tapi logikanya jauh lebih masuk akal daripada banyak orang yang bilang koin tertentu akan meledak, kali ini benar-benar bukan sekadar omong kosong.
Bro, tahun lalu emas naik 60%, dan pada 2026 masih terus melaju kencang. Goldman Sachs, bank investasi, ekonom, semuanya mulai mengumumkan target 6000, 7000, bahkan berteriak-teriak tentang $10.000. Terdengar seperti manipulasi pasar koin, tapi mari kita telusuri logikanya, kali ini benar-benar ada sesuatu yang semakin membuktikan, bukan sekadar gelembung spekulasi.
Pertama, mari bahas tiga pendorong dasar paling kuat (saya rangkum sendiri, jangan terlalu diambil serius):
1. Dunia benar-benar masuk ke mode “perebutan sumber daya + mencari keamanan” Di Timur Tengah sedang bergejolak, Eropa menarik perhatian, Amerika Selatan berebut, Kutub Utara mengawasi, konflik geopolitik bukan berita baru, tapi sudah menjadi kebiasaan. Dulu hanya sesekali bertempur, sekarang setiap hari. Manusia yang takut, reaksi pertama adalah memegang uang keras. Emas bukan produk investasi, tapi asuransi kiamat. Kalau konflik tidak berakhir, pembelian tidak akan berhenti.
2. Suku bunga riil sudah jatuh tersungkur, biaya peluang memegang emas sangat rendah Suku bunga nominal terlihat oke, tapi setelah dikurangi inflasi, hasil riilnya negatif banget. Uang di bank sama saja dengan bunuh diri perlahan, uang pintar sudah lama beralih ke emas, hedge fund, ETF. Perorangan, dana pensiun, lembaga pengelola kekayaan sekarang menjadi pemain utama, jauh lebih solid daripada sebelumnya yang hanya mengandalkan “tim nasional” dari bank sentral. Laporan Goldman Sachs bahkan bilang: struktur pembeli berubah, ini tren jangka panjang, bukan spekulasi cepat.
3. De-dollarization benar-benar terjadi, bukan omong kosong, uang nyata sedang kabur Bank sentral berbagai negara membeli emas secara besar-besaran, orang kaya swasta juga ikut. Kepercayaan dolar goyah, imbal hasil obligasi AS anjlok (yield obligasi 40 tahun Jepang melewati 4%, dana pensiun Eropa mulai jual obligasi AS). Modal tidak tahu mau kemana, emas adalah “sang kakak yang tetap menjaga nilai walau tidak tidur”.
Ditambah lagi, empat kejadian terakhir ini langsung memperbesar peluang: - Armada kapal induk AS berhadapan dengan Iran, harga minyak geopolitik akan melambung - Dana pensiun Denmark dan lembaga Eropa lainnya jual obligasi AS - Bank sentral Polandia kembali mengakumulasi 150 ton emas, cadangan langsung mencapai 700 ton, rekor tertinggi - Yield obligasi Jepang melonjak, dana kembali ke dalam negeri, alarm bahaya pasar obligasi global berbunyi
Ini bukan kejadian terisolasi, tapi resonansi sistemik. Emas bukan mau koreksi, tapi mau beristirahat sebentar dan terus naik lagi.
Tentu saja, dalam jangka pendek ada risiko. Siapa tahu besok tiba-tiba muncul “berita damai” yang bikin pasar anjlok? Tapi logika utama tidak rusak, $10.000 terdengar tidak masuk akal, sebenarnya hanya mempercepat laju depresiasi nilai uang selama 20 tahun terakhir dua kali lipat.
Curhat para veteran: Di dunia koin, setiap hari ada yang bilang puluhan kali lipat, ratusan kali lipat, emas saja yang bilang satu kali lipat sudah dianggap gila. Tapi coba pikir, selama 5 tahun terakhir BTC naik berapa kali lipat? Emas naik berapa? Sekarang saatnya emas mengisi pelajaran yang tertinggal. Jangan all-in, tapi juga jangan sama sekali tidak berkontribusi. Alokasi cadangan yang tersembunyi, yang bisa tidur nyenyak satu jam lebih lama sebelum tidur.
(Semua pandangan ini murni pendapat pribadi, bukan saran investasi, kalau rugi jangan cari saya, saya juga cuma ngomong doang)
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sebelumnya saya bilang emas akan menuju $10.000, terdengar tidak masuk akal, tapi logikanya jauh lebih masuk akal daripada banyak orang yang bilang koin tertentu akan meledak, kali ini benar-benar bukan sekadar omong kosong.
Bro, tahun lalu emas naik 60%, dan pada 2026 masih terus melaju kencang.
Goldman Sachs, bank investasi, ekonom, semuanya mulai mengumumkan target 6000, 7000, bahkan berteriak-teriak tentang $10.000.
Terdengar seperti manipulasi pasar koin, tapi mari kita telusuri logikanya, kali ini benar-benar ada sesuatu yang semakin membuktikan, bukan sekadar gelembung spekulasi.
Pertama, mari bahas tiga pendorong dasar paling kuat (saya rangkum sendiri, jangan terlalu diambil serius):
1. Dunia benar-benar masuk ke mode “perebutan sumber daya + mencari keamanan”
Di Timur Tengah sedang bergejolak, Eropa menarik perhatian, Amerika Selatan berebut, Kutub Utara mengawasi, konflik geopolitik bukan berita baru, tapi sudah menjadi kebiasaan. Dulu hanya sesekali bertempur, sekarang setiap hari. Manusia yang takut, reaksi pertama adalah memegang uang keras. Emas bukan produk investasi, tapi asuransi kiamat. Kalau konflik tidak berakhir, pembelian tidak akan berhenti.
2. Suku bunga riil sudah jatuh tersungkur, biaya peluang memegang emas sangat rendah
Suku bunga nominal terlihat oke, tapi setelah dikurangi inflasi, hasil riilnya negatif banget. Uang di bank sama saja dengan bunuh diri perlahan, uang pintar sudah lama beralih ke emas, hedge fund, ETF. Perorangan, dana pensiun, lembaga pengelola kekayaan sekarang menjadi pemain utama, jauh lebih solid daripada sebelumnya yang hanya mengandalkan “tim nasional” dari bank sentral. Laporan Goldman Sachs bahkan bilang: struktur pembeli berubah, ini tren jangka panjang, bukan spekulasi cepat.
3. De-dollarization benar-benar terjadi, bukan omong kosong, uang nyata sedang kabur
Bank sentral berbagai negara membeli emas secara besar-besaran, orang kaya swasta juga ikut. Kepercayaan dolar goyah, imbal hasil obligasi AS anjlok (yield obligasi 40 tahun Jepang melewati 4%, dana pensiun Eropa mulai jual obligasi AS). Modal tidak tahu mau kemana, emas adalah “sang kakak yang tetap menjaga nilai walau tidak tidur”.
Ditambah lagi, empat kejadian terakhir ini langsung memperbesar peluang:
- Armada kapal induk AS berhadapan dengan Iran, harga minyak geopolitik akan melambung
- Dana pensiun Denmark dan lembaga Eropa lainnya jual obligasi AS
- Bank sentral Polandia kembali mengakumulasi 150 ton emas, cadangan langsung mencapai 700 ton, rekor tertinggi
- Yield obligasi Jepang melonjak, dana kembali ke dalam negeri, alarm bahaya pasar obligasi global berbunyi
Ini bukan kejadian terisolasi, tapi resonansi sistemik. Emas bukan mau koreksi, tapi mau beristirahat sebentar dan terus naik lagi.
Tentu saja, dalam jangka pendek ada risiko. Siapa tahu besok tiba-tiba muncul “berita damai” yang bikin pasar anjlok? Tapi logika utama tidak rusak, $10.000 terdengar tidak masuk akal, sebenarnya hanya mempercepat laju depresiasi nilai uang selama 20 tahun terakhir dua kali lipat.
Curhat para veteran:
Di dunia koin, setiap hari ada yang bilang puluhan kali lipat, ratusan kali lipat, emas saja yang bilang satu kali lipat sudah dianggap gila. Tapi coba pikir, selama 5 tahun terakhir BTC naik berapa kali lipat? Emas naik berapa? Sekarang saatnya emas mengisi pelajaran yang tertinggal.
Jangan all-in, tapi juga jangan sama sekali tidak berkontribusi. Alokasi cadangan yang tersembunyi, yang bisa tidur nyenyak satu jam lebih lama sebelum tidur.
(Semua pandangan ini murni pendapat pribadi, bukan saran investasi, kalau rugi jangan cari saya, saya juga cuma ngomong doang)
#黄金 #Makro#黄金白银再创新高