#Gate广场创作者新春激励
Hari ini adalah hari ke-582 saya menulis posting secara aktif, tanpa pernah terputus satu hari pun. Setiap posting bukan sekadar asal-asalan, melainkan dipersiapkan dengan serius. [微笑] Jika kamu merasa saya orang yang serius, bisa berjalan bersama saya, dan saya juga berharap konten harian ini bisa membantumu. Dunia sangat besar, dan saya sangat kecil, klik ikuti agar tidak sulit ditemukan. [微笑][微笑]
Trump memberlakukan tarif terhadap 8 negara, protes Iran terus berlanjut, indeks risiko geopolitik global naik ke level tertinggi sejak perang Rusia-Ukraina 2022. Pada tahun 2025, korelasi 30 hari antara Bitcoin dan emas berkali-kali melewati 0.6, yang hampir tidak pernah terjadi sebelum 2020. Secara tradisional, BTC diklasifikasikan sebagai "aset risiko" — naik turun bersamaan dengan Nasdaq. Tapi dalam dua tahun terakhir, pola perilakunya mulai berubah.
Ada beberapa alasan.
Pertama, dana institusional yang dibawa oleh ETF — logika alokasi dana ini adalah "diversifikasi portofolio", bukan "membeli saat naik dan menjual saat turun".
Kedua, tren de-dolarisasi global — ketika AS menggunakan tarif dan sanksi sebagai senjata, negara lain mulai mencari cara alternatif untuk menyimpan nilai.
Tapi kita belum sampai pada tahap "Bitcoin adalah emas digital". Dalam kepanikan pasar yang nyata (misalnya, pada Agustus 2024 saat posisi arbitrase yen meledak), BTC tetap akan dijual tanpa pandang bulu. Saat ini, lebih mirip "aset safe haven yang lemah" — tampil baik dalam risiko geopolitik sedang, tetapi dalam keruntuhan sistemik, belum tentu bisa bertahan sendiri.
Risiko tarif Greenland dan krisis Iran saat ini termasuk dalam kategori risiko "sedang". Ketidakpastian pasar meningkat, tetapi belum sampai tahap panik jual. Ini adalah zona nyaman BTC — cukup ketidakpastian untuk mendorong permintaan safe haven, tetapi tidak sampai memicu krisis likuiditas.
Hari ini adalah hari ke-582 saya menulis posting secara aktif, tanpa pernah terputus satu hari pun. Setiap posting bukan sekadar asal-asalan, melainkan dipersiapkan dengan serius. [微笑] Jika kamu merasa saya orang yang serius, bisa berjalan bersama saya, dan saya juga berharap konten harian ini bisa membantumu. Dunia sangat besar, dan saya sangat kecil, klik ikuti agar tidak sulit ditemukan. [微笑][微笑]
Trump memberlakukan tarif terhadap 8 negara, protes Iran terus berlanjut, indeks risiko geopolitik global naik ke level tertinggi sejak perang Rusia-Ukraina 2022. Pada tahun 2025, korelasi 30 hari antara Bitcoin dan emas berkali-kali melewati 0.6, yang hampir tidak pernah terjadi sebelum 2020. Secara tradisional, BTC diklasifikasikan sebagai "aset risiko" — naik turun bersamaan dengan Nasdaq. Tapi dalam dua tahun terakhir, pola perilakunya mulai berubah.
Ada beberapa alasan.
Pertama, dana institusional yang dibawa oleh ETF — logika alokasi dana ini adalah "diversifikasi portofolio", bukan "membeli saat naik dan menjual saat turun".
Kedua, tren de-dolarisasi global — ketika AS menggunakan tarif dan sanksi sebagai senjata, negara lain mulai mencari cara alternatif untuk menyimpan nilai.
Tapi kita belum sampai pada tahap "Bitcoin adalah emas digital". Dalam kepanikan pasar yang nyata (misalnya, pada Agustus 2024 saat posisi arbitrase yen meledak), BTC tetap akan dijual tanpa pandang bulu. Saat ini, lebih mirip "aset safe haven yang lemah" — tampil baik dalam risiko geopolitik sedang, tetapi dalam keruntuhan sistemik, belum tentu bisa bertahan sendiri.
Risiko tarif Greenland dan krisis Iran saat ini termasuk dalam kategori risiko "sedang". Ketidakpastian pasar meningkat, tetapi belum sampai tahap panik jual. Ini adalah zona nyaman BTC — cukup ketidakpastian untuk mendorong permintaan safe haven, tetapi tidak sampai memicu krisis likuiditas.
























