Membangun kekayaan jangka panjang tidak harus dimulai dengan modal besar. Jika Anda memilih metode investasi yang tepat dan konsisten, salah satu cara yang saat ini populer secara luas adalah DCA atau Dollar-Cost-Averaging yaitu menabung secara berkala untuk membeli saham sesuai jumlah uang yang ditentukan setiap periode yang dipilih, tidak peduli harga sedang tinggi maupun rendah. Artikel ini akan menjelaskan secara detail metode ini dan membantu Anda memahami tentang makna dca secara jelas
Makna DCA: Pengertian dan Prinsip Kerja
DCA singkatan dari Dollar-Cost-Averaging adalah strategi investasi di mana investor membagi investasi menjadi beberapa bagian dengan membayar jumlah uang yang sama pada waktu-waktu tertentu secara rutin, misalnya setiap bulan, setiap minggu, atau setiap kuartal.
Karakteristik utama dari DCA adalah:
Investasi jumlah uang tetap setiap kali (misalnya 3.000 บาท per bulan)
Tidak peduli perubahan harga sesuai volatilitas pasar
Ketika harga naik, jumlah unit yang dibeli lebih sedikit; ketika harga turun, jumlah unit yang dibeli lebih banyak
Membantu rata-rata biaya menjadi lebih seimbang
Metode ini cocok untuk mereka yang memiliki penghasilan tetap karena dapat merencanakan tabungan secara berkelanjutan tanpa perlu pengetahuan mendalam tentang analisis pasar saham
Contoh Efektivitas DCA: Tabel Perhitungan
Agar lebih jelas, berikut contoh perhitungannya:
Bulan
Harga saham (บาท)
Uang beli (บาท)
Jumlah saham yang didapat
Bulan 1
10
3,000
300
Bulan 2
8
3,000
375
Bulan 3
12
3,000
250
Bulan 4
7
3,000
428.57
Bulan 5
6
3,000
500
Bulan 6
8
3,000
375
Bulan 7
9
3,000
333.33
Bulan 8
11
3,000
272.73
Bulan 9
11
3,000
272.73
Bulan 10
10
3,000
300
Bulan 11
9
3,000
333.33
Bulan 12
15
3,000
200
Rata-rata
9.67
36,000
3,940.69
Dari tabel ini, terlihat bahwa jika Anda menginvestasikan 3,000 บาท setiap bulan selama 12 bulan, biaya rata-rata per saham adalah 9.67 บาท. Meski harga akhir tahun di 15 บาท, jika Anda berinvestasi sekaligus di akhir tahun dengan jumlah uang yang sama (36,000 บาท), Anda hanya mendapatkan 2,400 saham. Dengan metode DCA, Anda mendapatkan 3,940.69 saham, lebih banyak 1,540.69 saham.
Keuntungan Investasi dengan DCA
1. Memulai dengan modal kecil, tidak memberatkan
Metode ini memberi peluang bagi yang memiliki dana terbatas untuk masuk pasar saham tanpa harus menunggu dana besar terkumpul. Menabung 1,000-5,000 บาท per bulan sudah cukup
2. Mengurangi risiko dari volatilitas harga
Dengan membeli di berbagai waktu, biaya rata-rata akan berada di tengah, tidak berisiko membeli saat harga tertinggi
3. Membangun disiplin menabung
Menetapkan target rutin menyisihkan uang menabung membantu mengurangi pengeluaran konsumtif dan membangun kebiasaan menabung
4. Tidak perlu keahlian khusus
Pemula yang baru belajar investasi bisa menggunakan metode ini karena tidak perlu melakukan analisis teknikal maupun fundamental yang rumit
5. Memberikan hasil yang lebih tinggi dari bunga bank
Dalam jangka panjang, imbal hasil dari saham biasanya lebih tinggi dari deposito, terutama saham dengan fundamental yang kuat
Keterbatasan DCA yang Perlu Diketahui
1. Risiko memilih saham yang salah
Jika memilih saham yang tidak memiliki prospek pertumbuhan, meskipun pakai DCA tetap bisa merugi. Oleh karena itu, penting melakukan riset saham sebelum berinvestasi
2. Biaya perolehan bisa lebih tinggi dari harga pasar
Dalam jangka pendek, biaya rata-rata bisa lebih tinggi dari harga pasar, menyebabkan kerugian sementara
3. Tidak cocok untuk yang mencari keuntungan jangka pendek
Metode ini dirancang untuk investasi jangka panjang. Jika suka trading dan spekulasi jangka pendek, DCA mungkin tidak cocok
Memilih Saham yang Tepat untuk Metode DCA
Sebelum mengisi portofolio, pertimbangkan saham dengan karakteristik berikut:
Memiliki keunggulan kompetitif: pilih perusahaan dengan posisi kuat di industrinya
Memiliki prospek pertumbuhan: bisnis berkelanjutan dan tidak berisiko dihentikan
Mencatat laba konsisten: perusahaan menunjukkan kinerja keuangan yang kuat di masa baik maupun buruk
Beban utang tidak berlebihan: tingkat utang manageable dan tidak menimbulkan risiko pelanggaran kontrak
Laba bersih meningkat secara berkelanjutan: menunjukkan kemampuan manajemen yang baik
Perbandingan Perusahaan Sekuritas yang Menawarkan DCA
Jika tertarik dengan investasi ini, pilih dari perusahaan sekuritas berikut:
Sekuritas
Minimal dana (บาท)
Jenis investasi
Biaya transaksi
SCBS
2,000
SET100, TDEX, BMSCITH
0.157-0.257%
SBI
1,000
SET100
0.075%
Phillip
1,000
36 saham
0.257%
KS
5,000
SET100, ETF
0.157-0.207%
Nomura
1,000
SETHD, saham biasa
0.15-0.25%
KTBS
1,000
SET, MAI
0.25%
Bualuang
5,000
BMSCITH, BSET100
0.30%
Maybank Kim Eng
5,000
SET50, SET100
0.15%
KSS
2,000
SET100
0.15%
6 Saham Rekomendasi untuk Pemula DCA
1. PTT - ปตท. จำกัด (มหาชน)
Perusahaan energi nasional yang menjalankan bisnis lengkap dari eksplorasi, produksi, penyulingan, hingga distribusi. Dengan stabilitas tinggi dan dividen rutin, PTT adalah pilihan aman untuk investasi jangka panjang
2. CPALL - ซีพี ออลล์ จำกัด (มหาชน)
Mengelola jaringan toko 7-Eleven lebih dari 13.000 cabang, laba berkelanjutan dan ekspansi ke bidang lain. Cocok untuk investasi jangka panjang
3. SCC - ปูนซิเมนต์ไทย จำกัด (มหาชน)
Pemimpin industri semen, kimia, dan kemasan di ASEAN, berpengalaman 100 tahun dan mampu beradaptasi dengan perubahan
4. INTUCH - อินทัช โฮลดิ้งส์ จำกัด (มหาชน)
Berinvestasi di telekomunikasi melalui AIS, penyedia layanan utama di Thailand, memiliki arus kas stabil dan dividen tinggi
5. BBL - ธนาคารกรุงเทพ จำกัด (มหาชน)
Bank terkemuka di negara ini, stabil, beragam pelanggan, dan rutin membayar dividen, cocok untuk investor di sektor keuangan
6. CPN - เซ็นทรัลพัฒนา จำกัด (มหาชน)
Pengelola pusat perbelanjaan terkemuka di Thailand lebih dari 30 lokasi, pendapatan tetap dari sewa, tumbuh dan mampu beradaptasi
Kesimpulan
DCA atau Dollar-Cost-Averaging adalah metode investasi yang cocok untuk pemula, mereka yang memiliki penghasilan tetap, dan yang ingin berinvestasi jangka panjang tanpa harus khawatir soal harga. Jika Anda memilih saham dengan fundamental baik, rutin berinvestasi, dan memberi waktu untuk pertumbuhan, hasil yang diperoleh cenderung meningkat seiring waktu. Yang terpenting adalah memulai dan bersabar, bukan memiliki modal besar
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
DCA atau Dollar-Cost-Averaging adalah apa? Cara berinvestasi secara rutin untuk pemula 2568
Membangun kekayaan jangka panjang tidak harus dimulai dengan modal besar. Jika Anda memilih metode investasi yang tepat dan konsisten, salah satu cara yang saat ini populer secara luas adalah DCA atau Dollar-Cost-Averaging yaitu menabung secara berkala untuk membeli saham sesuai jumlah uang yang ditentukan setiap periode yang dipilih, tidak peduli harga sedang tinggi maupun rendah. Artikel ini akan menjelaskan secara detail metode ini dan membantu Anda memahami tentang makna dca secara jelas
Makna DCA: Pengertian dan Prinsip Kerja
DCA singkatan dari Dollar-Cost-Averaging adalah strategi investasi di mana investor membagi investasi menjadi beberapa bagian dengan membayar jumlah uang yang sama pada waktu-waktu tertentu secara rutin, misalnya setiap bulan, setiap minggu, atau setiap kuartal.
Karakteristik utama dari DCA adalah:
Metode ini cocok untuk mereka yang memiliki penghasilan tetap karena dapat merencanakan tabungan secara berkelanjutan tanpa perlu pengetahuan mendalam tentang analisis pasar saham
Contoh Efektivitas DCA: Tabel Perhitungan
Agar lebih jelas, berikut contoh perhitungannya:
Dari tabel ini, terlihat bahwa jika Anda menginvestasikan 3,000 บาท setiap bulan selama 12 bulan, biaya rata-rata per saham adalah 9.67 บาท. Meski harga akhir tahun di 15 บาท, jika Anda berinvestasi sekaligus di akhir tahun dengan jumlah uang yang sama (36,000 บาท), Anda hanya mendapatkan 2,400 saham. Dengan metode DCA, Anda mendapatkan 3,940.69 saham, lebih banyak 1,540.69 saham.
Keuntungan Investasi dengan DCA
1. Memulai dengan modal kecil, tidak memberatkan
Metode ini memberi peluang bagi yang memiliki dana terbatas untuk masuk pasar saham tanpa harus menunggu dana besar terkumpul. Menabung 1,000-5,000 บาท per bulan sudah cukup
2. Mengurangi risiko dari volatilitas harga
Dengan membeli di berbagai waktu, biaya rata-rata akan berada di tengah, tidak berisiko membeli saat harga tertinggi
3. Membangun disiplin menabung
Menetapkan target rutin menyisihkan uang menabung membantu mengurangi pengeluaran konsumtif dan membangun kebiasaan menabung
4. Tidak perlu keahlian khusus
Pemula yang baru belajar investasi bisa menggunakan metode ini karena tidak perlu melakukan analisis teknikal maupun fundamental yang rumit
5. Memberikan hasil yang lebih tinggi dari bunga bank
Dalam jangka panjang, imbal hasil dari saham biasanya lebih tinggi dari deposito, terutama saham dengan fundamental yang kuat
Keterbatasan DCA yang Perlu Diketahui
1. Risiko memilih saham yang salah
Jika memilih saham yang tidak memiliki prospek pertumbuhan, meskipun pakai DCA tetap bisa merugi. Oleh karena itu, penting melakukan riset saham sebelum berinvestasi
2. Biaya perolehan bisa lebih tinggi dari harga pasar
Dalam jangka pendek, biaya rata-rata bisa lebih tinggi dari harga pasar, menyebabkan kerugian sementara
3. Tidak cocok untuk yang mencari keuntungan jangka pendek
Metode ini dirancang untuk investasi jangka panjang. Jika suka trading dan spekulasi jangka pendek, DCA mungkin tidak cocok
Memilih Saham yang Tepat untuk Metode DCA
Sebelum mengisi portofolio, pertimbangkan saham dengan karakteristik berikut:
Perbandingan Perusahaan Sekuritas yang Menawarkan DCA
Jika tertarik dengan investasi ini, pilih dari perusahaan sekuritas berikut:
6 Saham Rekomendasi untuk Pemula DCA
1. PTT - ปตท. จำกัด (มหาชน)
Perusahaan energi nasional yang menjalankan bisnis lengkap dari eksplorasi, produksi, penyulingan, hingga distribusi. Dengan stabilitas tinggi dan dividen rutin, PTT adalah pilihan aman untuk investasi jangka panjang
2. CPALL - ซีพี ออลล์ จำกัด (มหาชน)
Mengelola jaringan toko 7-Eleven lebih dari 13.000 cabang, laba berkelanjutan dan ekspansi ke bidang lain. Cocok untuk investasi jangka panjang
3. SCC - ปูนซิเมนต์ไทย จำกัด (มหาชน)
Pemimpin industri semen, kimia, dan kemasan di ASEAN, berpengalaman 100 tahun dan mampu beradaptasi dengan perubahan
4. INTUCH - อินทัช โฮลดิ้งส์ จำกัด (มหาชน)
Berinvestasi di telekomunikasi melalui AIS, penyedia layanan utama di Thailand, memiliki arus kas stabil dan dividen tinggi
5. BBL - ธนาคารกรุงเทพ จำกัด (มหาชน)
Bank terkemuka di negara ini, stabil, beragam pelanggan, dan rutin membayar dividen, cocok untuk investor di sektor keuangan
6. CPN - เซ็นทรัลพัฒนา จำกัด (มหาชน)
Pengelola pusat perbelanjaan terkemuka di Thailand lebih dari 30 lokasi, pendapatan tetap dari sewa, tumbuh dan mampu beradaptasi
Kesimpulan
DCA atau Dollar-Cost-Averaging adalah metode investasi yang cocok untuk pemula, mereka yang memiliki penghasilan tetap, dan yang ingin berinvestasi jangka panjang tanpa harus khawatir soal harga. Jika Anda memilih saham dengan fundamental baik, rutin berinvestasi, dan memberi waktu untuk pertumbuhan, hasil yang diperoleh cenderung meningkat seiring waktu. Yang terpenting adalah memulai dan bersabar, bukan memiliki modal besar