Seorang manajemen dari salah satu platform sekuritas terkemuka baru-baru ini mengungkapkan sebuah masalah industri di media sosial: staking telah menjadi salah satu fitur yang paling dinantikan oleh pengguna. Namun, fitur yang tampaknya sederhana ini menghadapi pembekuan di bawah bayang-bayang regulasi di Amerika Serikat—pengguna di empat negara bagian saat ini belum dapat menikmati layanan ini.
Alasan di baliknya tidaklah rumit. Otoritas pengawas masih memiliki perbedaan pendapat yang cukup besar mengenai definisi dan kerangka regulasi staking, yang menyebabkan platform berada dalam dilema antara kepatuhan dan inovasi. Lebih menarik lagi, platform ini juga sedang menjajaki jalur baru berupa Token Saham (Stock Tokens), yang semakin memperburuk ketidakpastian regulasi.
Ini mencerminkan tantangan bersama yang dihadapi seluruh industri: inovasi produk berkembang dengan cepat, tetapi kerangka regulasi masih dalam tahap eksplorasi. Permintaan terhadap produk hasil DeFi terus meningkat, namun adopsi massal yang sesungguhnya masih menunggu sinyal kebijakan yang jelas. Beberapa ahli industri berpendapat bahwa perkembangan regulasi dalam beberapa bulan ke depan akan secara langsung mempengaruhi arah pengembangan produk dari platform utama di AS.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PseudoIntellectual
· 11jam yang lalu
Staking terblokir di empat negara bagian, benar-benar luar biasa, inilah kondisi regulasi di Amerika Serikat... Satu sisi berinovasi, di sisi lain mencengkeram lehernya
Lihat AsliBalas0
EthSandwichHero
· 11jam yang lalu
Pengawasan AS ini benar-benar menghalangi inovasi sampai mati... Fungsi dasar seperti staking pun harus menunggu kebijakan yang jelas, sangat menyebalkan
Lihat AsliBalas0
MoonlightGamer
· 11jam yang lalu
Pengawasan kembali mulai beraksi lagi, tetap dengan cara lama. Jika ingin mendapatkan keuntungan, tetap harus menunggu persetujuan dari SEC.
Seorang manajemen dari salah satu platform sekuritas terkemuka baru-baru ini mengungkapkan sebuah masalah industri di media sosial: staking telah menjadi salah satu fitur yang paling dinantikan oleh pengguna. Namun, fitur yang tampaknya sederhana ini menghadapi pembekuan di bawah bayang-bayang regulasi di Amerika Serikat—pengguna di empat negara bagian saat ini belum dapat menikmati layanan ini.
Alasan di baliknya tidaklah rumit. Otoritas pengawas masih memiliki perbedaan pendapat yang cukup besar mengenai definisi dan kerangka regulasi staking, yang menyebabkan platform berada dalam dilema antara kepatuhan dan inovasi. Lebih menarik lagi, platform ini juga sedang menjajaki jalur baru berupa Token Saham (Stock Tokens), yang semakin memperburuk ketidakpastian regulasi.
Ini mencerminkan tantangan bersama yang dihadapi seluruh industri: inovasi produk berkembang dengan cepat, tetapi kerangka regulasi masih dalam tahap eksplorasi. Permintaan terhadap produk hasil DeFi terus meningkat, namun adopsi massal yang sesungguhnya masih menunggu sinyal kebijakan yang jelas. Beberapa ahli industri berpendapat bahwa perkembangan regulasi dalam beberapa bulan ke depan akan secara langsung mempengaruhi arah pengembangan produk dari platform utama di AS.