#策略性加码BTC Belakangan ini pasar membuat orang gelisah, banyak yang mengalami margin call, tidak bisa menahan diri untuk tidak membahas tentang manajemen risiko—terutama "cara mengatur stop loss".
Sejujurnya, sebagian besar pemula sama sekali tidak menganggap manajemen risiko sebagai hal penting. Tapi trader yang sudah bertahun-tahun di pasar pasti akan mengatakan hal yang sama: manajemen risiko adalah fondasi dari trading.
Kenapa? Karena semua orang pernah mengalami kerugian besar. Beberapa bahkan lebih dari sekali.
Di sini, kamu sama sekali tidak bisa selalu benar. Tanpa stop loss yang melindungi, satu kesalahan saja bisa menghapus semua keuntungan yang sudah didapatkan sebelumnya. Jika koin kembali ke nol, ya sudah, hilang. Tapi jika kontrak tidak dipasang stop loss? Itu benar-benar bisa berakibat fatal.
Mengatur stop loss sebenarnya adalah membangun kebiasaan. Memberikan saran nyata untuk pemula—jika masih bingung cara mengaturnya, bisa mulai dengan cara simetris: tempatkan stop loss dan take profit dengan rasio yang sama. Misalnya, saat membeli koin seharga $1 per koin dan ingin mendapatkan keuntungan $1.2, maka atur stop loss di $0.8. Setelah diatur, jangan diubah-ubah lagi, ini langkah pertama.
Setelah kebiasaan ini benar-benar terbentuk dan kamu juga menyadari tingkat keberhasilanmu cukup baik, saatnya untuk meningkatkan strategi. Saat ini, mulai belajar mengatur secara lebih detail berdasarkan level support dan resistance—ketika posisi long menembus support, saatnya keluar, dan ketika posisi short menembus resistance, saatnya keluar. Secara perlahan, tingkatkan rasio profit dan loss-mu. Pergerakan pasar BTC kali ini mengajarkan banyak orang pelajaran, jangan sampai biaya dari stop loss terlalu besar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#策略性加码BTC Belakangan ini pasar membuat orang gelisah, banyak yang mengalami margin call, tidak bisa menahan diri untuk tidak membahas tentang manajemen risiko—terutama "cara mengatur stop loss".
Sejujurnya, sebagian besar pemula sama sekali tidak menganggap manajemen risiko sebagai hal penting. Tapi trader yang sudah bertahun-tahun di pasar pasti akan mengatakan hal yang sama: manajemen risiko adalah fondasi dari trading.
Kenapa? Karena semua orang pernah mengalami kerugian besar. Beberapa bahkan lebih dari sekali.
Di sini, kamu sama sekali tidak bisa selalu benar. Tanpa stop loss yang melindungi, satu kesalahan saja bisa menghapus semua keuntungan yang sudah didapatkan sebelumnya. Jika koin kembali ke nol, ya sudah, hilang. Tapi jika kontrak tidak dipasang stop loss? Itu benar-benar bisa berakibat fatal.
Mengatur stop loss sebenarnya adalah membangun kebiasaan. Memberikan saran nyata untuk pemula—jika masih bingung cara mengaturnya, bisa mulai dengan cara simetris: tempatkan stop loss dan take profit dengan rasio yang sama. Misalnya, saat membeli koin seharga $1 per koin dan ingin mendapatkan keuntungan $1.2, maka atur stop loss di $0.8. Setelah diatur, jangan diubah-ubah lagi, ini langkah pertama.
Setelah kebiasaan ini benar-benar terbentuk dan kamu juga menyadari tingkat keberhasilanmu cukup baik, saatnya untuk meningkatkan strategi. Saat ini, mulai belajar mengatur secara lebih detail berdasarkan level support dan resistance—ketika posisi long menembus support, saatnya keluar, dan ketika posisi short menembus resistance, saatnya keluar. Secara perlahan, tingkatkan rasio profit dan loss-mu. Pergerakan pasar BTC kali ini mengajarkan banyak orang pelajaran, jangan sampai biaya dari stop loss terlalu besar.