
XRP Tokyo Summit dibuka secara megah di Jepang, dan Ripple mengumumkan prediksi yang mengejutkan industri di acara tersebut: volume transaksi stablecoin on-chain global pada 2026 diperkirakan akan menembus 33 triliun dolar AS, melebihi total gabungan PDB Amerika Serikat dan Tiongkok. Data on-chain menunjukkan bahwa investor besar sedang menarik XRP dari bursa dengan kecepatan lebih dari 11 juta token per hari, sementara jumlah kepemilikan paus naik menjadi level tertinggi dalam 10 bulan terakhir.
Narasi inti Ripple di Tokyo Summit langsung mengarah ke titik balik industri: “Perusahaan fintech modern tidak lagi bertanya apakah harus mengadopsi stablecoin, melainkan bertanya bagaimana cara mengintegrasikan stablecoin secepat mungkin untuk mempertahankan keunggulan.” Pernyataan ini mencerminkan posisi strategis Ripple dalam lanskap regulasi global—saat ini, perusahaan tersebut sudah memperoleh lebih dari 75 izin di seluruh dunia, dan terus memperluas cakupan kepatuhan.
Raksasa keuangan Jepang, SBI Holdings, sejak 2016 telah menjadi mitra jangka panjang Ripple. Tahun ini, sebelumnya juga telah menggunakan XRP untuk menerbitkan obligasi berbasis blockchain senilai 10 miliar yen (sekitar 64 juta dolar AS), sehingga penerapan nyata XRP diwujudkan pada institusi keuangan arus utama. Pernyataan publik CEO SBI, Yoshitaka Kitao, minggu lalu semakin menguatkan sentimen pasar. Ia menyatakan bahwa jika Ripple memperoleh solusi penyelesaian hukum yang menguntungkan, XRP “akan menjadi sangat mahal”, dan pernyataan itu memicu diskusi luas di komunitas.
Data on-chain menunjukkan bahwa ketika antusiasme Tokyo Summit berada pada puncaknya, investor besar terus menarik XRP dari bursa. Volume penarikan harian mencapai lebih dari 11 juta token, yang secara efektif mengurangi ketersediaan pasokan di pasar dan mendorong kepemilikan paus ke level tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Dari sisi institusi, spot XRP ETF sepanjang tahun ini telah menarik arus masuk dana kumulatif sebesar 41 juta dolar AS, yang menunjukkan bahwa momentum permintaan institusional bukan sekadar omong kosong.
Skenario bullish: Volume perdagangan kuat, dan penutupan harian mengonfirmasi terobosan dari 1,35 hingga 1,36 dolar AS. Targetnya berada pada kisaran 1,50 hingga 1,60 dolar AS; jika Tokyo Summit mengumumkan pemberitahuan terkait tokenisasi, laju kenaikan akan semakin dipercepat
Skenario dasar: XRP bergerak sideways dalam kisaran 1,30 hingga 1,40 dolar AS. Pasar menunggu kebijakan regulasi menjadi lebih jelas, sehingga dalam jangka pendek tidak ada terobosan yang bersifat terarah
Skenario gagal: Volume perdagangan meningkat tetapi turun menembus 1,28 dolar AS, dengan pengujian kembali level rendah yang gagal ditembus setelah terobosan sebelumnya. Dalam waktu dekat, posisi dari pihak bull menghadapi risiko untuk “dibersihkan”
Dari sisi regulasi, perkembangan “RUU CLARITY” di Senat AS masih menyisakan ketidakpastian. Kecepatan dorongnya menjadi salah satu variabel eksternal jangka pendek terpenting yang dinilai analis pasar untuk harga XRP pada pekan ini. Jika rancangan undang-undang tersebut memperoleh kemajuan yang substantif, maka hal itu akan semakin memperkuat posisi pasar XRP sebagai aset keuangan yang patuh (compliant).
Tata kelola Ripple dengan basis lebih dari 75 izin regulasi global membuatnya mempertahankan kesinambungan bisnis di berbagai yurisdiksi pengawasan utama. Dibanding aset kripto lain yang masalah regulasinya belum terselesaikan, hal ini memberi keunggulan struktural dalam penilaian kepatuhan oleh klien institusional—dan ini juga menjadi salah satu latar belakang utama yang membuat Tokyo Summit menarik perhatian komunitas global XRPL.
Meskipun Tokyo Summit menghadirkan banyak katalis positif, XRP saat ini masih berkonsolidasi di antara 1,28 hingga 1,35 dolar AS. Dari sisi teknikal, terlihat bahwa investor institusional sedang melakukan tindakan lindung nilai di sekitar 1,35 dolar AS. Analis menyebutkan bahwa terobosan sesungguhnya membutuhkan konfirmasi volume perdagangan serta penutupan harian yang bertahan di atas 1,35 hingga 1,36 dolar AS. Dorongan positif dari sisi kabar saja belum cukup untuk mendorong tren kenaikan yang berkelanjutan.
Prediksi 33 triliun dolar tersebut diumumkan secara resmi oleh Ripple dalam Tokyo Summit, berdasarkan studi dan analisisnya terhadap kecepatan adopsi stablecoin secara global. SBI Holdings menggunakan XRP untuk menerbitkan obligasi berbasis blockchain senilai 64 juta dolar AS, serta Ripple memiliki lebih dari 75 izin regulasi di seluruh dunia, yang memberikan sebagian bukti nyata dari sisi operasional untuk prediksi ini. Namun, angka yang bersifat proyektif tersebut tetap merupakan estimasi, yang perlu dievaluasi berdasarkan perkembangan pasar yang benar-benar terjadi.
Hingga saat ini dalam tahun berjalan, arus masuk dana spot XRP ETF sebesar 41 juta dolar AS mencerminkan perhatian yang berkelanjutan dari investor institusional terhadap XRP. Namun, hal itu perlu dinilai secara menyeluruh dengan menggabungkan pergerakan penarikan oleh paus dari bursa, bias pada pasar opsi, serta sentimen risiko keseluruhan pasar; satu indikator saja tidak cukup untuk menilai secara komprehensif kekuatan permintaan institusional.