Berdasarkan dokumen yang diajukan ke US Securities and Exchange Commission (SEC), Strategy yang dipimpin oleh Michael Saylor telah menjual sekitar 4,54 juta saham dari saham biasa Kelas A selama pekan yang berakhir pada 21 Desember, menghasilkan $747,8 juta dalam hasil bersih.
Seluruh dana tersebut digunakan untuk memperkuat cadangan dolar AS perusahaan, sehingga total kas yang dimiliki kini mencapai $2,19 miliar.
01 Pergeseran Strategis
Langkah terbaru Strategy menunjukkan adanya perubahan arah yang jelas. Dalam dua pekan sebelumnya, perusahaan ini secara agresif meningkatkan pembelian Bitcoin.
Pada pekan yang berakhir 14 Desember, Strategy mengakuisisi 10.645 Bitcoin dengan total biaya sekitar $980,3 juta, dengan harga rata-rata $92.098 per Bitcoin. Pada pekan sebelumnya, perusahaan juga membeli 10.624 Bitcoin lainnya.
Namun, selama pekan terakhir, kepemilikan Bitcoin Strategy tetap stabil di angka 671.268 koin, tanpa penambahan lebih lanjut. Ini menandai pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir perusahaan menghentikan strategi "Bitcoin dollar-cost averaging".
Berdasarkan dokumen yang diajukan, total biaya pembelian untuk 671.268 Bitcoin tersebut sekitar $5,033 miliar, dengan biaya rata-rata $74.972 per koin (termasuk biaya).
02 Tujuan Cadangan
Langkah terbaru Strategy bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Sejak 1 Desember, perusahaan telah mengumumkan pembentukan cadangan dolar AS khusus sebesar $1,44 miliar.
Tujuan utama dari cadangan ini adalah untuk membayar dividen saham preferen, membayar bunga utang, dan mengelola volatilitas pasar jangka pendek. Dengan meningkatkan cadangan menjadi $2,19 miliar, Strategy secara signifikan memperkuat buffer keuangan perusahaan.
Analis dari bank investasi TD Cowen menilai langkah ini bertujuan untuk membantu perusahaan menghadapi potensi "crypto winter berkepanjangan."
Laporan mereka menyebutkan bahwa cadangan kas tersebut cukup untuk menutupi sekitar 32 bulan kewajiban bunga dan dividen, sehingga perusahaan dapat terus beroperasi di tengah kondisi pasar yang menantang.
03 Konteks Pasar
Penyesuaian taktis Strategy terjadi di momen pasar yang krusial. Sejak pertengahan Oktober, harga Bitcoin telah turun sekitar 30%.
Harga saham perusahaan sendiri (MSTR) bahkan tertekan lebih dalam, turun 50% pada periode yang sama dan lebih dari 43% sepanjang tahun berjalan. Perbedaan ini menyoroti peran perusahaan sebagai proxy investasi Bitcoin yang menggunakan leverage.
Sementara itu, penyedia indeks MSCI tengah mempertimbangkan perubahan aturan yang dapat mengubah posisi perusahaan aset kripto dalam pasar ekuitas global. Usulan tersebut menyatakan bahwa jika sebuah perusahaan memegang lebih dari 50% asetnya dalam bentuk aset digital, maka dapat dikeluarkan dari indeks utama.
MSCI berpendapat bahwa perusahaan semacam itu lebih mirip dana investasi daripada bisnis operasional. Sebagai pemegang korporasi Bitcoin terbesar, Strategy berada di pusat perdebatan ini. Keputusan akhir diharapkan keluar sebelum 15 Januari 2026.
04 Perspektif Industri dan Prospek Masa Depan
Meskipun Strategy untuk sementara menghentikan aksi beli, strategi jangka panjang perusahaan tetap tidak berubah. Strategy terus menegaskan bahwa Bitcoin adalah aset cadangan utama dan mesin pembiayaan perusahaan, sementara cadangan dolar dimaksudkan untuk menstabilkan dividen dan likuiditas operasional.
Analis TD Cowen tetap memberikan rating "Buy" untuk Strategy dan menetapkan target harga 12 bulan sebesar $500. Dengan harga saham sekitar $165 saat laporan dirilis, target tersebut mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 200%.
Mereka memproyeksikan bahwa pada akhir tahun fiskal 2027, Strategy dapat memiliki sekitar 835.000 Bitcoin.
Di luar perdagangan kripto tradisional, platform terkemuka seperti Gate menawarkan berbagai cara bagi pengguna untuk berpartisipasi dalam tema pasar ini.
Investor dapat memantau produk terstruktur yang terkait dengan kinerja saham Strategy, atau dengan mudah memperdagangkan Bitcoin spot dan derivatif di platform tersebut untuk menghadapi volatilitas dan peluang pasar.
| Dimensi Perbandingan | Strategy (MSTR) | Bitcoin (BTC) | Dampak Pasar |
|---|---|---|---|
| Aksi Utama Terbaru | Menghimpun kas $748 juta, menghentikan pembelian Bitcoin | Harga turun sekitar 30% dari puncak pertengahan Oktober | Memicu diskusi tentang perubahan strategi institusional |
| Kepemilikan/Status | Memegang 671.268 BTC, senilai sekitar $60 miliar | Total suplai beredar sekitar 21 juta | Kepemilikan Strategy mencakup sekitar 3,2% dari total suplai Bitcoin |
| Perbandingan Kinerja Pasar | Saham turun lebih dari 43% YTD, penurunan terbaru lebih tajam dari Bitcoin | Penurunan YTD relatif moderat | Menyoroti volatilitas yang diperbesar akibat eksposur Bitcoin berleverage |
| Pandangan Analis | TD Cowen beri rating "Buy," target harga $500 | Pandangan beragam, sangat dipengaruhi faktor makro | Terdapat perbedaan signifikan dalam pandangan institusi atas strategi jangka panjang perusahaan |
05 Dampak Strategis
Neraca Strategy kini semakin kompleks. Di satu sisi, perusahaan memegang posisi Bitcoin masif senilai puluhan miliar dolar, mewakili sekitar 3,2% dari total suplai. Di sisi lain, cadangan kasnya kini membengkak menjadi $2,19 miliar.
Model treasury "hybrid cash-and-Bitcoin" ini menandai evolusi perusahaan dari sekadar bullish Bitcoin menjadi entitas yang lebih sadar risiko dan fleksibel secara finansial.
Saylor sendiri menggambarkan pendekatan ini sebagai "titik hijau membawa titik oranye," yang berarti penghimpunan kas (titik hijau) pada akhirnya akan memposisikan perusahaan untuk membeli lebih banyak Bitcoin (titik oranye) ketika waktunya tepat.
Menjelang akhir 2025, setiap langkah investor institusi menjadi sorotan pasar. Di platform perdagangan global seperti Gate, sinyal dari aktivitas institusi dan sentimen investor ritel saling berinteraksi, membentuk narasi untuk siklus berikutnya.
Baik sebagai langkah defensif maupun jeda strategis sebelum aksi ofensif berikutnya, manuver Strategy di bulan Desember akan dikenang sebagai bab penting dalam sejarah adopsi kripto korporasi.


