BlackRock menyerahkan surat komentar sepanjang 17 halaman kepada Kantor Pengawas Keuangan (Office of the Comptroller of the Currency/OCC) pada Jumat, hari terakhir dari jendela komentar 60 hari OCC untuk aturan rancangan penerapan UU GENIUS. Proposal tersebut dipublikasikan di Federal Register pada 2 Maret, dan OCC mengajukan lebih dari 200 pertanyaan yang mencakup komposisi cadangan, permodalan, kustodi, serta larangan imbal hasil (yield ban).
Pengajuan BlackRock berfokus pada aturan untuk penerbit stablecoin pembayaran yang diizinkan (permitted payment stablecoin issuers/PPSIs), entitas berpiagam federal yang diberi wewenang untuk menerbitkan stablecoin berdasarkan undang-undang yang ditandatangani Presiden Trump Juli lalu.
Permintaan paling tegas dari perusahaan: BlackRock mendesak OCC agar tidak menetapkan batas kuantitatif pada aset cadangan yang ditokenisasi, yang sempat diisyaratkan lembaga itu bisa berada di ambang 20%. BlackRock menyebut batas seperti itu “asing” terhadap tujuan OCC dan berargumen bahwa profil risiko ditentukan oleh kualitas kredit, durasi, dan likuiditas, “bukan apakah aset tersebut disimpan atau ditransfer di buku besar terdistribusi.”
Posisi BlackRock berbobot mengingat operasi tokenisasinya yang sudah berjalan. Reksa dana BUIDL-nya, salah satu produk Treasury ter-tokenisasi terbesar, memegang hampir $2,6 miliar aset per data RWA.xyz. Reksa dana ini menyediakan lebih dari 90% cadangan yang mendukung stablecoin USDtb Ethena dan JupUSD Jupiter berbasis Solana. Circle’s USYC saat ini memimpin bidang ini dengan $2,9 miliar dalam AUM, menurut data tersebut.
Batas 20% untuk cadangan yang ditokenisasi akan secara signifikan membatasi pertumbuhan BUIDL sebagai aset cadangan dalam kerangka federal.
BlackRock mendorong OCC untuk menegaskan secara eksplisit bahwa exchange-traded funds (ETF) yang berinvestasi semata-mata pada aset cadangan yang memenuhi syarat, seperti ETF Treasury, memenuhi syarat sebagai cadangan berdasarkan Bagian 4 dari UU GENIUS. Perusahaan memperingatkan bahwa ambiguitas dalam proposal dapat membuat PPSIs enggan memegang ETF dalam cadangannya, serta meminta agar lembaga tersebut memperluas perlakuan safe harbor kuantitatif yang sama kepada ETF yang memenuhi syarat sebagaimana dana pasar uang pemerintah (government money market funds) yang menerima perlakuan tersebut.
Dalam hal diversifikasi cadangan, BlackRock mendukung “Opsi A” dari OCC, yang memasangkan standar berbasis prinsip dengan safe harbor kuantitatif opsional. Opsi B akan memberlakukan standar yang sama, termasuk batas konsentrasi 40% untuk satu institusi dan plafon jatuh tempo rata-rata tertimbang 20 hari, sebagai persyaratan harian wajib untuk semua penerbit.
Perusahaan mendorong beberapa perubahan mekanis pada safe harbor Opsi A. Perusahaan meminta OCC untuk mengecualikan saham “self-custodied” dari government money market fund dari batas konsentrasi 40%, mengonfirmasi bahwa PPSIs tidak harus menelusuri kepemilikan dana (look through) untuk menerapkan batas tersebut pada kustodian dana atau penyedia layanan, serta mengizinkan government money market funds penyelesaian pada hari yang sama (same-day-settlement) untuk dihitung dalam persyaratan likuiditas mingguan 30%.
Di luar safe harbor, BlackRock merekomendasikan penambahan surat utang Treasury floating-rate notes AS dengan sisa jatuh tempo hingga dua tahun ke dalam daftar aset cadangan yang memenuhi syarat, dengan alasan volatilitas harga mereka yang terbatas serta penyesuaian kupon mingguan. Perusahaan juga mendesak agar lembaga mengembangkan proses formal dan transparan untuk mempertimbangkan aset tambahan yang memenuhi syarat ke depan.
Surat tersebut ditandatangani oleh Roland Villacorta, kepala global liquidity and financing BlackRock, dan Benjamin Tecmire, kepala urusan regulasi AS. Masukan BlackRock hadir saat perusahaan bersiap melayani penerbit stablecoin di rezim baru. Pada Oktober, BlackRock telah mengubah ulang Select Treasury Based Liquidity Fund (BSTBL)-nya menjadi produk yang patuh GENIUS, dengan tenggat perdagangan pukul 5 sore ET dan mandat yang bertumpu pada Treasury, yang ditujukan khusus untuk cadangan stablecoin.
Proposal OCC yang panjangnya 376 halaman adalah salah satu dari beberapa aturan federal yang berlomba menuju tenggat kepatuhan Januari 2027. FDIC telah melangkahkan aturan yang diusulkannya sendiri pada awal April, dan Treasury, FinCEN, serta OFAC telah mengajukan proposal terpisah yang mencakup pengawasan tingkat negara bagian, program anti pencucian uang, serta kepatuhan terhadap sanksi.
Komentator lain juga turut bersuara pada hari terakhir. Brookings Institution mengajukan suratnya sendiri yang berfokus pada persyaratan permodalan, dengan argumen bahwa OCC seharusnya mewajibkan biaya modal yang lebih tinggi untuk demand deposits yang tidak diasuransikan yang dipegang sebagai cadangan.